Cameo Italia yang mewakili hari-hari dalam seminggu, berdasarkan pada nama planet-planet yang dinamai dari nama dewa-dewa Romawi: Diana sebagai Bulan untuk Senin, Mars untuk Selasa, Merkurius untuk Rabu, Jupiter untuk Kamis, Venus untuk Jumat, Saturnus untuk Sabtu, dan Apollo sebagai Matahari untuk Minggu. Pertengahan abad ke-19, Museum Seni Rupa Walters
Nama hari dalam seminggu memiliki akar etimologis yang sangat variatif dalam berbagai bahasa. Beberapa bahasa tertentu menggunakan nama-nama hari yang berasal dari nama-nama planet klasik dalam astronomi Yunani Kuno (yang dinamakan berdasarkan dewa-dewi kontemporer pada masa itu), atau nama-nama planet atau dewa-dewi setempat yang setara dengannya; sistem tersebut diperkenalkan oleh bangsa Sumeria, lalu diadopsi oleh bangsa Babilonia, dan kemudian oleh Kekaisaran Romawi pada Abad Kuno Akhir.[1] Beberapa bahasa lainnya menggunakan nama-nama hari berdasarkan urutannya dalam seminggu dengan bergantung pada acuan hari pertamanya, beberapa bahasa menggunakan acuan hari Minggu sebagai hari pertama, sedangkan beberapa lainnya menggunakan acuan hari Senin. Beberapa bahasa juga memadukan kedua sistem tersebut atau menggunakan sistem yang sama sekali berbeda dan berasal dari tradisi setempat. Beberapa bahasa juga menggunakan salah satu dari kedua sistem utama tersebut, tetapi menggunakan nama yang berhubungan dengan "Sabat" pada hari Sabtu dan/atau "hari Tuhan" pada hari Minggu.
Dalam standar internasionalISO 8601, Senin dinyatakan sebagai hari pertama dalam seminggu. Namun di banyak negara (khususnya Indonesia) dan dalam tradisi agama-agama Abrahamik, Senin dinyatakan sebagai hari kedua dalam seminggu.
Tiga nama hari pertama di dalam bahasa Inggris diperoleh dari tiga wiracarita pertama tentang kosmos. Penamaan tiga hari pertama dalam bahasa Inggris didasarkan kepada tiga sosok Dewa dan Dewi. Masing-masing ialah Saturday (Sabtu), Sunday (Minggu), dan Monday (Senin). Saturday berasal dari nama Saturnus, Sunday dari nama Dewa Matahari, sedangkan Monday berasal dari nama Dewi Bulan.[2]
Bacaan tambahan
Brown, Cecil H. (1989). "Naming the days of the week: A cross-language study of lexical acculturation". Current Anthropology. 30 (4): 536–550. doi:10.1086/203782. JSTOR2743391.
Neugebauer, Otto (1979). Ethiopic astronomy and computus, Österreichische Akademie der Wissenschaften, philosophisch-historische klasse, sitzungsberichte, 347 (Vienna)
↑Black, Jonathan (2015). Wiyati, Nunung (ed.). Sejarah Dunia yang Disembunyikan[The Secret History of the World]. Diterjemahkan oleh Soekato, I. B., dan Toha, A. Jakarta: PT Pustaka Alvabet. hlm.89. ISBN978-602-9193-67-1. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: translators list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)