Nalokson, atau yang juga dipasarkan dengan nama Narcan, Evzio, dan Suboxone,[2] adalah obat yang digunakan untuk menghalangi efek overdosis opioid yang biasanya dialami oleh pengonsumsi narkotika.[3] Obat ini termasuk dalam antagonis narkotika yang menghalangi efek narkotika di otak.[4] Nalokson termasuk dalam Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia sebagai salah satu obat yang paling aman dan efektif yang diperlukan untuk sistem kesehatan.[5]
Penggunaan
Nalokson digunakan dalam penanganan depresi yang disebabkan oleh opioid dan pengobatan overdosis opioid akut. Pengobatan depresi tersebut termasuk depresi dalam sistem pernapasan yang disebabkan oleh opiat alami maupun sintetis.[2] Untuk kasus overdosis opioid, nalokson digunakan dalam keadaan darurat sebagai pertolongan pertama karena pasien membutuhkan bantuan medis yang cepat.[3]
Penggunaan nalokson dapat melalui oral (mulut), disajikan berupa pil. Nalokson dapat digunakan untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan opioid, yaitu dengan mencampur opioid dan nalokson dalam satu pil yang sama. Selain itu, Nalokson juga dapat diberikan melalui infus dan suntikan. Jika melalui infus, efek nalokson akan bekerja setelah 2 menit, sementara jika melalui suntikan, efek nalokson akan bekerja setelah 5 menit.[2] Nalokson juga dapat diberikan melalui semprotan hidung.[6]
12345"Naloxone Hydrochloride" (dalam bahasa Inggris). The American Society of Health-System Pharmacists. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 Januari 2015. Diakses tanggal 20 Maret 2020.
↑Lika Aprilia Samiadi. "Naloxone" (dalam bahasa Indonesia). Hello Sehat. Diakses tanggal 20 Maret 2020. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
↑World Health Organization (2019). World Health Organization model list of essential medicines: 21st list 2019. Geneva: World Health Organization. hdl:10665/325771. WHO/MVP/EMP/IAU/2019.06. License: CC BY-NC-SA 3.0 IGO.