Naji Salim Hussain al-Ali (bahasa Arab:ناجي سليم العليcode: ar is deprecated Nājī Salīm al-‘Alī; lahir s. 1938 – 29 Agustus 1987) adalah seorang kartunisPalestina, yang dikenal karena mengkritik politik rezim-rezim Arab dan Israel dalam karya-karyanya.[1] Ia dianggap sebagai kartunis Palestina terbesar dan mungkin kartunis terkenal di dunia Arab.[2][3]
Ia menggambar lebih dari 40.000 kartun, yang sering kali merrefleksikan opini publik Palestina dan Arab dan memberikan komentar-komentar yang sangat mengkritik politik dan para pemimpin politik Palestina dan Arab.[4] Ia mungkin dikenal sebagaipembuat karakter Handala, yang digambarkan dalam kartun-kartunnya sebagai saksi muda dari kebijakan yang disatirisasikan atau peristiwa yang digambarkan,[4] dan sejak itu menjadi ikon Palestina. Pada 22 Juli 1987, saat berada di luar kantor London dari al-Qabas, sebuah surat kabar Kuwait dimana ia menggambar karikatur-karikatur politik,[4][5] al-Ali tertembak pada bagian leher dan mengalami luka berat.[6] Naji al-Ali meninggal lima pekan berikutnya di Charing Cross Hospital.
Referensi
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Naji al-Ali.
Kreitmeyr, Nadine (2012). Der Nahostkonflikt durch die Augen Hanzalas. Stereotypische Vorstellungen im Schaffen des Karikaturisten Naji al-'Ali. Berlin, Klaus Schwarz. ISBN978-3-87997-402-3
Farsoun, Samih K. (2004). Culture and Customs of the Palestinians. Greenwood Press. ISBN0-313-32051-9
Harlow, Barbara (1994). Writers and Assassinations. In Sidney J. Lemelle and Robin D. G. Kelley (Eds.). Imagining Home: Class, Culture and Nationalism in the African Diaspora (pp.167–184). Verso. ISBN0-86091-585-9
Naji al-Ali, kamil al-turab al-falastini (Naji al-Ali, All Palestine's Soil), Mahmud Abd Allah Kallam, Bisan lil-nashr w'al-tawzi' w'al-a'lam, Beirut, 2001.