Film biografi tentang anak pribumi yang bernama Gono Tirtowidjojo, film ini menceritakan kisah perjuangan hidupnya dari seorang budak berlian hingga menjadi seorang pengusaha pelayaran yang sukses pada zamannya.
Film ini di mulai sejak Gono kecil sampai dewasa hingga melewati zaman Belanda, zaman Jepang, zaman awal kemerdekaan hingga zaman kemerdekaan.
Dikarenakan tekanan ekonomi, Gono sejak lahir di jual ke orang Tiongkok dan hidup dari satu orang tua angkat ke satu ke orang tua angkat lainnya sampai akhirnya Gono bertemu dengan ibu kandungnya di Karawang, Indonesia.
Setelah dewasa, Gono berusaha untuk memperbaiki kehidupan ekonominya sampai akhirnya ia berhasil menjadi pengusaha pelayaran yang sukses pada zamannya. Pada masa perjuangan kemerdekaan Ia juga turut berjuang di Divisi Siliwangi dan ia juga aktif membantu perjuangan kemerdekaan dengan menyelundupkan senjata, pada masa perjuangan itulah ia tertangkap belanda dan disiksa minum air sabun hingga akhirnya ia menderita sakit paru-paru.
Pada masa perjuangan itu pula Gono menikah dengan Tin, seorang gadis pribumi. Persoalan timbul saat Kwee, gadis Tionghoa yang dijodohkan padanya, datang ke Indonesia. Untung Tin bisa mengerti, dan akhirnya mereka hidup bahagia seatap hingga sampai Kwee meninggal dunia karena sakit.
Film ini sudah memperoleh beberapa penghargaan, yaitu Piala Citra, FFI 1977,untuk penata artistik terbaik (Suyono), Piala Citra, FFI 1977,untuk aktor anak-anak terbaik (Bagus Santoso), dan Piala PWI Jaya
Catatan
Film ini dicetak juga dalam Bahasa Mandarin (3 copy)