Museum yang berada di Jalan Kotamadya ini dibangun pada tahun 2014 dan diresmikan pada tanggal pada tahun yang sama yakni 13 Desember2014 oleh Wali kota Tebing Tinggi yaitu Bapak Ir. H. Umar Zunaidi Hasibuan dan Ibu Hj. Sri Kurnianingsih. Pendirian Museum Kota Tebing Tinggi bertujuan tidak lain sebagai media edukasi pendidikan bagi pelajar dan masyarakat untuk mengetahui tentang sejarah Kota Tebing Tinggi, mulai dari zaman kerajaan, perang kemerdekaan dan masa orde baru. Pada awalnya gedung Museum Kota Tebing Tinggi merupakan bekas dari kantor Belanda, yang kemudian terus berganti sesuai dengan kebutuhan hingga sempat dijadikan sebagai balai kota, dan akhirnya beralih fungsi sebagai pusat sejarah.[2] Museum Kota Tebing Tinggi saat ini berada di bawah kepemilikan Dinas Pendidikan Kota Tebing Tinggi. Terdapat beberapa jenis koleksi yang dipamerkan di dalam museum yang terdiri dari historika, numismatika, dan etnografika.[3]
Terdapat beberapa koleksi dokumentasi foto-foto perjuangan di Kota Tebing Tinggi serta foto bangunan dengan situs sejarah lengkap tertera di dalam Museum Kota Tebing Tinggi. Contohnya seperti foto kunjungan Presiden dan wakil Presiden Republik Indonesia pertama ke Kota Tebing Tinggi, Gedung Juang 45 dan tempat lainnya. Museum Kota Tebing Tinggi merupakan pusat informasi sejarah bagi generasi muda, pelajar, mahasiswa serta masyarakat untuk datang berkunjung ke Museum Tebing Tinggi. Hal ini juga menjadi pelestarian dalam rangka mencari, menggali aset peninggalan bersejarah di Kota Tebing Tinggi sebagai bekal generasi muda pada daerah tersebut dan menjadikan sebagai informasi nasional.[4]