Pembangunan Museum BPK RI dirintis oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Pemrakarsanya adalah pimpinan BPK periode 1993-1998 dengan tujuan agar BPK RI lebih dikenal oleh masyarakat. Museum BPK RI dibangun di Magelang, Jawa Tengah dengan alasan Kota Magelang memiliki nilai sejarah sebagai tempat pertama kali terbentuknya BPK RI.[4] Museum BPK RI dengan luas bangunan 163,80 m2 diresmikan pada 4 Desember 1997 oleh J.B. Sumarlin.[5]
Pada 1999, luas museum mengalami perkembangan menjadi 260,16 m2. Museum kembali mengalami perkembangan dari segi konsep oleh pimpinan Badan Periode 2014-2019 yang diinisiasi oleh Wakil Ketua BPK, Sapto Amal Damandari. Pengembangan Museum BPK ini bertujuan untuk lebih memperkenalkan BPK dan agar semakin dekat dengan masyarakat, serta menjadikan tren museum post-modern.[6] Luas Museum BPK RI bertambah menjadi 3.880 m2 pada 2016.[7]
Bangunan
Setelah melalui berbagai proses renovasi, Museum BPK RI yang berada di Kompleks Karesidenan Kedu-Surakarta (Bakorwil II) Kota Magelang, diresmikan pada 9 Januari 2017. Bangunan Museum BPK RI merupakan bekas bagian dari Kompleks Karesidenan Kedu di Kabupaten Magelang. Museum BPK RI diresmikan pada 4 Desember 1997 dan oleh Ketua BPK RI, Prof. Dr. J. B. Sumarlin.[8]
Desain museum menjadi lebih modern dengan berbagai koleksi berteknologi canggih. Koleksi museum ini mampu menghubungkan sejarah BPK di masa lalu, masa sekarang dan persepsi BPK di masa depan.[9]
Gedung Museum BPK RI dengan luas 3.880 m² terbagi menjadi 14 ruangan, yaitu:[10]