Museum Arkeologi Onrust adalah sebuah museum sejarah[1][2][3] tipe museum udara terbuka[4] yang terletak di Pulau Onrust, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia.[5][6] Surat keputusan pendirian Museum Arkeologi Onrust diterbitkan pada tanggal 19 Juli 2022.[7]Koleksi Museum Arkeologi Onrust menampilkan sejarah Pulau Onrust sejak tahun 1800 Masehi.[8]Museum Arkeologi Onrust dikelola oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta[9] sebagai tempat wisata.
Pulau Onrust
Pada masa kolonial Belanda, masyarakat sekitar menyebut pulau ini sebagai Pulau Kapal karena sering disinggahi kapal-kapal Belanda sebelum menuju Batavia. Pemerintah kolonial Belanda menamai pulau tersebut Onrust, yang berarti “tanpa istirahat” atau “unrest”. Di pulau ini terdapat berbagai peninggalan arkeologi dari masa kolonial Belanda, termasuk sebuah bangunan utuh yang sebelumnya difungsikan sebagai Museum Pulau Onrust. Sejak tahun 1972, kawasan Pulau Onrust yang merupakan bagian dari gugusan Kepulauan Seribu ditetapkan sebagai suaka purbakala. Melalui upaya pelestarian yang dilakukan pemerintah, kawasan ini berhasil menghimpun ribuan benda arkeologi yang kemudian disimpan dan dipamerkan di museum.[10]
Pendirian
Museum Arkeologi Onrust didirikan di Pulau Onrust.[5] Pembangunan museum di Pulau Onrust awalnya merupakan bagian dari rencana visualisasi sejarah Pulau Onrust oleh Dinas Museum dan Pemugaran Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Dinas Museum dan Pemugaran DKI Jakarta). Visualisasi yang ditargetkan ialah pembuatan sebuah museum udara terbuka dan taman arkeologi yang menampilkan gambaran masa silam Pulau Onrust. Karena itu, diadakanlah rekonstruksi bangunan bersejarah di Pulau Onrust.[11]
Pada tanggal 19 Juli 2022, diterbitkan surat keputusan yang mengesahkan pendirian Museum Arkeologi Onrust. Museum Arkeologi Onrust didirikan sebagai sebuah museum khusus.[7] Museum Arkeologi Onrust didirikan sebagai museum sejarah yang berjenis museum udara terbuka.[4]
Koleksi
Batu asahan
Museum Arkeologi Onrust mengoleksi batu-batu bekas asahan yang digunakan oleh para budak yang dipekerjakan oleh Perusahaan Hindia Timur Belanda di Pulau Onrust. Para budak dulunya menggunakan batu asah tersebut untuk membuat batu cincin di bagian utara Pulau Onrust ketika sedang beristirahat dari pekerjaan.[12]
Maket Pulau Onrust
Maket Pulau Onrust dibuat sebagai usulan pihak Belanda kepada Dinas Museum dan Sejarah Daerah Khusus Ibukota Jakarta atas rekonstruksi bangunan bersejarah di Pulau Onrust. Studi pengembangan untuk rekonstruksi bangunan bersejarah di Pulau Onrust berlangsung pada tahun 1992. Maket Pulau Onrust disimpan di Museum Arkeologi Onrust memberikan visualisasi atas unsur-unsur sejarah di Pulau Onrust setelah tahun 1800 Masehi.[8]
Pemanfaatan
Museum Arkeologi Onrust merupakan salah satu tempat wisata yang pengelolaannya diatur dalam Peraturan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 63 Tahun 2018.[13] Pengelolaan Museum Arkeologi Onrust diserahkan kepada Dinas Kebudayaan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta dengan dibantu oleh Unit Pengelola Museum Kebaharian Jakarta.[14]
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan layanan masuk museum secara gratis bagi warga dengan tiga kategori, yakni penyandang disabilitas, lanjut usia dan peserta didik penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang berlaku mulai 20 Januari 2017.[15]