Mudah tertipu adalah kegagalan kecerdasan sosial yang membuat seseorang mudah tertipu atau dimanipulasi untuk melakukan tindakan yang tidak bijaksana. Hal ini berkaitan erat dengan sifat mudah percaya, yaitu kecenderungan untuk memercayai proposisi yang tidak masuk akal dan tidak didukung oleh bukti. [1][2]
Kata "gullible" dan "credulous" umumnya digunakan sebagai sinonim. (Goepp & Kay 1984) menyatakan bahwa meskipun kedua kata tersebut berarti "terlalu percaya atau curhat", "gullibility" menekankan ditipu atau dipermainkan, yang menunjukkan kurangnya kecerdasan, sedangkan "credulity" menekankan pembentukan keyakinan tanpa berpikir kritis, yang menunjukkan kurangnya skeptisisme. [4](Jewell 2006) menyatakan perbedaannya terletak pada derajatnya: orang yang "gullible" "paling mudah ditipu", sementara orang yang "credulous" "terlalu cepat memercayai sesuatu, tetapi mereka biasanya tidak cukup bodoh untuk bertindak berdasarkan hal tersebut." [5]
(Yamagishi, Kikuchi & Kosugi 1999) menggambarkan orang yang mudah percaya diri sebagai orang yang baik percaya diri dan Naif.[6](Greenspan 2009) menekankan perbedaan bahwa kebohongan melibatkan tindakan selain keyakinan, dan ada hubungan sebab-akibat antara kedua negara: "hasil-hasil yang percaya biasanya terjadi melalui eksploitasi kebohongan korban". [7]