Monumen Perjuangan 45 Ciseupan adalah sebuah monumen peringatan bersejarah yang berlokasi di Kampung Ciseupan, Desa Cibuluh, Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang, Jawa Barat.[1] Monumen ini didirikan untuk mengenang peristiwa heroik pertempuran antara prajurit Republik Indonesia dari Divisi Siliwangi bersama masyarakat setempat melawan pasukan militer Belanda pada masa perang kemerdekaan Indonesia.[1]
Latar belakang sejarah
Kawasan Ciseupan di Tanjungsiang menjadi salah satu titik basis perlawanan yang penting di wilayah Subang.[2] Peristiwa pertempuran yang melatarbelakangi berdirinya monumen ini bermula ketika pasukan dari Batalyon Kian Santang (salah satu kesatuan di bawah Divisi Siliwangi) tiba di kawasan tersebut.[2] Pasukan yang dipimpin oleh Mayor Engkong Darsono ini tengah dalam masa pengerahan, di mana tentaranya disebar di sekitar Desa Cibuluh dan Kampung Ciseupan untuk menyusun kekuatan perlawanan.[2]
Puncak pertempuran pecah pada tanggal 4 Februari, ketika kamp pasukan Republik Indonesia diserang secara mendadak oleh militer Belanda.[2] Meskipun sempat terdesak akibat serangan kejutan tersebut, para prajurit Siliwangi yang didukung penuh oleh warga sipil setempat akhirnya melakukan serangan balasan yang sengit.[2] Kegigihan perlawanan gabungan antara tentara dan rakyat ini berhasil memukul mundur pasukan Belanda dan menimbulkan kerugian yang besar di pihak musuh.[2]
Pembangunan
Monumen Perjuangan 45 Ciseupan dibangun sebagai bentuk penghormatan sekaligus pengingat bagi generasi penerus akan pengorbanan jiwa dan raga masyarakat Subang, khususnya warga Ciseupan dan prajurit Batalyon Kian Santang.[3] Keberadaan monumen di daerah yang cukup jauh dari pusat perkotaan Subang ini menjadi bukti nyata bahwa semangat mempertahankan kemerdekaan pada masa itu merata hingga ke pelosok pedalaman.[3] Saat ini, monumen tersebut kerap menjadi lokasi peringatan Hari Kemerdekaan dan napak tilas sejarah lokal.[1]