Monumen Nasional Canyon de Chelly (/dəˈʃeɪ/ də-SHAY) didirikan pada 1 April 1931 sebagai salah satu unit dari National Park Service. Terletak di timur laut Arizona, monumen ini berada di dalam wilayah Navajo Nation dan terletak di kawasan Four Corners. Mewakili salah satu lanskap yang paling lama dihuni secara berkelanjutan di Amerika Utara, monumen ini melestarikan reruntuhan suku-suku pribumi yang pernah tinggal di daerah tersebut, mulai dari Ancestral Puebloans hingga Navajo. Monumen ini mencakup wilayah seluas 83.840 hektar (131 mil persegi; 339km²) dan meliputi dasar serta tepi dari tiga ngarai utama: de Chelly, del Muerto, dan Monument. Ngarai-ngarai ini terbentuk oleh aliran sungai yang bermuara dari Pegunungan Chuska di sebelah timur monumen. Tidak ada tanah di kawasan ini yang dimiliki secara federal.[5] Canyon de Chelly termasuk salah satu monumen nasional yang paling sering dikunjungi di Amerika Serikat.[6]
Etimologi
Nama Chelly merupakan pinjaman dari bahasa Spanyol yang berasal dari kata NavajoTséyiʼ (atau Tsegi), yang berarti "ngarai batu"[7] (secara harfiah "di dalam batu" < tsé "batu" + -yiʼ "di dalam, dalam"). Pengucapan dalam bahasa Navajo adalah [tséɣiʔ]. Pengucapan Spanyol de Chelly [deˈtʃeʎi] kemudian diadaptasi ke dalam bahasa Inggris, kemungkinan mengikuti model pengucapan ala Prancis, dan kini menjadi /dəˈʃeɪ/ atau də-SHAY.
Sejarah
Canyon de Chelly diperkirakan pernah dihuni secara sporadis oleh suku Hopi sekitar tahun 1300 hingga awal 1700-an, sebelum suku Navajo pindah ke ngarai ini dari wilayah utara New Mexico.[8] Sejak saat itu, ngarai ini menjadi tempat tinggal bagi suku Navajo hingga invasi yang dipimpin oleh Letnan Antonio Narbona, yang kelak menjadi gubernur New Mexico, pada tahun 1805. Selama invasi ini, 115 orang Navajo tewas dan 33 orang ditangkap.[8] Pada tahun 1863, Kolonel Kit Carson memimpin pasukan melalui ngarai, menewaskan 23 orang Navajo, merampas 200 domba, serta menghancurkan hogan, kebun persik, dan berbagai tanaman lainnya. Kejadian ini menimbulkan demoraliasi yang akhirnya menyebabkan penyerahan diri suku Navajo dan pengusiran mereka ke Bosque Redondo, New Mexico.[9]