Pada tahun 1972, Mona mulai bekerja di Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), di mana ia kemudian mengkhususkan diri pada sejarah masa kekuasaan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC), terutama periode antara tahun 1683 hingga 1806.[1][3] Ia menyusun indeks arsip VOC untuk memfasilitasi pekerjaan peneliti dan akademisi lainnya.[3] Ia pensiun dari ANRI pada tahun 2012.[1] Ia juga menjadi pengajar di almamaternya, Universitas Indonesia.[2]
Atas kontribusinya terhadap historiografi Indonesia, Mona menerima Nabil Award 2010, Penghargaan Kompas: Cendekiawan Berdedikasi 2012, dan Penghargaan Achmad Bakrie 2016.[1][2][4][5]
Meninggal
Mona meninggal dunia pada usia 73 tahun di RS Sari Asih Karawaci, Tangerang, pada Sabtu malam tanggal 16 Januari 2021 akibat serangan jantung.[6] Untuk mengenang kepergiannya, komunitas Sejarah Lintas Batas mengumpulkan tulisan kenangan yang ditulis oleh kolega-kolega Lohanda dan menerbitkannya dalam buku Arsip & Sejarah: Menengang Mona Lohanda yang diterbitkan oleh Pustaka Pias pada bulan Maret 2022.[7]
Karya-karya utama
Sejarah sosial DKI Jakarta Raya. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Sejarah Nasional, 1984.[8]
The Kapitan Cina of Batavia, 1837-1942: A History of Chinese Establishment in Colonial Society. Jakarta: Djambatan, 1996.[9]
Growing pains: the Chinese and the Dutch in colonial Java, 1890-1942. Jakarta: Yayasan Cipta Loka Caraka, 2002.[10]
Sejarah para pembesar mengatur Batavia. Jakarta: Masup Jakarta, 2007.[11]
Membaca sumber menulis sejarah. Jakarta: Penerbit Ombak, 2011.[12]
↑Lohanda, Mona (1984). Sejarah sosial DKI Jakarta Raya. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Sejarah Nasional. Diakses tanggal 29 September 2018.