Artikel ini perlu dikembangkan dari artikel terkait di Wikipedia bahasa Inggris. (Oktober 2024)
klik [tampil] untuk melihat petunjuk sebelum menerjemahkan.
Lihat versi terjemahan mesin dari artikel bahasa Inggris.
Terjemahan mesin Google adalah titik awal yang berguna untuk terjemahan, tapi penerjemah harus merevisi kesalahan yang diperlukan dan meyakinkan bahwa hasil terjemahan tersebut akurat, bukan hanya salin-tempel teks hasil terjemahan mesin ke dalam Wikipedia bahasa Indonesia.
Jangan menerjemahkan teks yang berkualitas rendah atau tidak dapat diandalkan. Jika memungkinkan, pastikan kebenaran teks dengan referensi yang diberikan dalam artikel bahasa asing.
Model komunikasi Barnlund adalah suatu model komunikasi transaksional yang dikembangkan oleh Dean Barnlund pada tahun 1970. Model ini menekankan bahwa komunikasi bukanlah proses linear, melainkan proses lingkaran, dengan adanya umpan balik antara pengirim dan penerima pesan.[1]
Karakteristik
Model komunikasi Barnlund memiliki enam ciri penting. Pertama, model ini menegaskan bahwa komunikasi bukan sekadar proses satu arah, tetapi lebih mirip proses lingkaran, di mana terjadi umpan balik antara si pengirim dan penerima pesan. Kedua, model ini menggarisbawahi pentingnya memiliki keterampilan komunikasi yang baik, memperhatikan umpan balik, dan memperhitungkan konteks untuk memberikan arti pada pesan. Ketiga, model ini menyoroti bahwa komunikasi itu kompleks, dan penting untuk saling memahami, memperhatikan sensitivitas budaya, dan berpartisipasi secara aktif. Keempat, model ini bersandar pada asumsi bahwa komunikasi bersifat dinamis, terus berlangsung, berputar-putar, tak dapat diubah, kompleks, dan tak dapat diulang. Kelima, sinyal atau isyarat, baik yang bersifat verbal maupun nonverbal, memiliki peran sentral dalam model ini. Keenam, model ini dapat diterapkan dalam berbagai konteks, seperti pendidikan, untuk memahami dan meningkatkan interaksi komunikatif.[2]