Mode Meridional PasifikGambaran pola regresi Mode Meridional Pasifik beserta suhu permukaan lautnya.
Mode Meridional Pasifik (bahasa Inggris: Pacific Meridional Mode) merupakan variasi angin dan suhu permukaan laut yang terjadi di Samudra Pasifik bagian subtropis yang ditandai dengan evolusi anomali suhu permukaan laut subtropis yang hangat (mencakup timur dari Pasifik sekitar 175°E–100°W dan 20°S–30°N). Anomali suhu permukaan laut ini menyebabkan angin pasat melemah sehingga penguapan juga berkurang di atas dan di barat daya anomali suhu permukaan laut yang sudah hangat.[1][2] Mode Meridional Pasifik menjadi studi yang cukup diperhatikan akhir-akhir ini karena hubungannya dengan El Niño–Osilasi Selatan (bahasa Inggris: El Niño–South Oscillation ENSO), sebuah fenomena anomali di area tropis Samudra Pasifik yang menyebabkan terjadinya El Niño dan La Niña.[3]
Konsep
Mode Meridional Pasifik pertama kali dicetuskan oleh oleh Chiang dan Vimont pada tahun 2004 berdasarkan analogi keadaannya dengan Mode Meridional Atlantik.[4] Ketika Mode Meridional Pasifik ini pertama kali diidentifikasi, fenomena tersebut ditandai dengan anomali SST hangat yang memanjang ke barat daya dari pantai California ke Pasifik tengah khatulistiwa dan anomali SST dingin di Pasifik khatulistiwa timur selama fase positifnya.[3] Mode Meridional ini memiliki dua jenis fase, yaitu fase positif dan fase negatif. Fase positifnya ditandai dengan anomali suhu permukaan laut yang muncul di wilayah subtropis timur laut Pasifik dan terjadinya anomali negatif terletak di bagian tenggara Samudra Pasifik subtropis.[5]
Efek
Curah hujan
Fase positif Mode Meridional Pasifik terkait dengan curah hujan ekstrem yang lebih sering dan lebih banyak di Tiongkok Utara sementara curah hujan ekstrem yang lebih jarang dan lebih sedikit di bagian tengah-bawah cekungan Sungai Yangtze.[5] Mode Meridional Pasifik juga memengaruhi curah hujan di Pulau Taiwan.[6]
El Niño–Osilasi Selatan
El Niño–Osilasi Selatan atau ENSO memiliki kaitan erat dengan Mode Meridional Pasifik karena kemunculan fenomena mode tersebut memiliki potensi sebagai pendahulu fenomena ENSO.[7] Meski begitu, Mode Meridian Pasifik bukanlah pemicu fenomena ENSO, melainkan hanya sebagai modifikatornya.[8]