Renseitai, Tentara Pembela Tanah Air (Peta), Bogor (1943)[2]
Karier Militer
Di masa pendudukan Jepang ini, bersama Moehammad Irshad dan kawan-kawan lainnya, beliau masuk dinas militer tentara Pembela Tanah Air (PETA). Sejak saat itu, beliau mengabdikan diri untuk bangsa Indonesia di dinas militer. Berikut catatan karier beliau di dinas militer:
1943-1945: diangkat sebagai Chudanco Peta di Banyumas II (Sumpyuh) dengan pangkat Kapten.[2]
November 1945-1947: diangkat sebagai Komandan Resimen 5, Cilacap, dengan pangkat Letnan Kolonel.[2]
1947-1947: diangkat sebagai Komandan Sektor 3, Pertahanan Divisi II/Sunan Gunung Jati.[2]
Juni 1947-1948: diangkat menjadi Komandan Resimen 6, Purwokerto.[2]
4 Mei 1948: diangkat sebagai Komandan Brigade I, Divisi I.[2]
25 Desember 1948: diangkat sebagai Komandan Brigade 8, Divisi III, Banyumas dan Pekalongan.[2]
20 Juli 1950: diangkat sebagai Komandan Brigade 8, Tentara dan Teritorium IV/Diponegoro.[2]
1950-1951: diangkat sebagai Kepala Staf Territorium IV, pangkatnya naik menjadi Kolonel.[2]
20 September 1952-3 September 1956: diangkat sebagai Panglima Territorium V Diponegoro, Semarang.[2]
1957-1958: diangkat sebagai Direktur Corps Intendan Angkatan Darat (CIAD).[2]
1959: Pensiun dari Dinas Militer dengan pangkat Brigadir Jendral, dengan tugas terakhir sebagai Hakim Perwira pada Pengadilan Tinggi Militer.[2]
Karier Sipil
Meski sudah pensiun dari Dinas Militer, Bachroen tak berhenti mengabdi pada bangsa dan negara. Tahun 1960, beliau diangkat menjadi Sekretaris Militer Presiden Republik Indonesia, Ir. Sukarno. Selama menjabat, beliau mendampingi Presiden kala menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Mekah. Pada tahun itu juga, beliau masuk dalam keanggotaan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS), hingga tahun 1966.[2]