Miranda July (lahir dengan nama Miranda Jenniffer Grossinger; 15 Februari 1974) adalah seorang sutradara, pengarang, artis, serta penulis naskah asal Amerika Serikat. Karyanya meliputi film, monolog, cerita fiksi, presentasi digital, dan pertunjukan seni.
July lahir di kota kecil Barre, Vermont, Amerika Serikat pada 15 Februari 1975.[1] Ia adalah putri dari Lindy Hough dan Richard Grossinger. Kedua orangtuanya adalah penulis yang mengajar di Goddard College saat itu.[2] Mereka juga adalah pemilik dari North Atlantic Books, sebuah penerbit buku-buku kesehatan alternatif, seni bela diri, dan spiritual.[3][4] Ayahnya seorang Yahudi, dan Ibunya seorang Kristen Protestan.[5]
July menikah dengan seorang sineas dan desainer grafis Mike Mills, dan dikaruniai seorang anak[11] yang lahir pada Maret 2012.[12][13] July dan Mills bertemu pertama kali di pemutaran Sundace Festival perdana masing-masing dari mereka di 2005, dan keduanya menikah di pertengahan 2009.[5] Di bulan Juli 2022, July mengumunkan bahwa dirinya dan Mills berpisah secara romantis, meskipun mereka tetap tinggal berdekatan dan mengasuh buah hati mereka bersama.[14]
Di sebuah wanwancara dengan sebuah perusahaan majalah, Bust di 2007, dia berbicara tentang pentingnya peran feminisme di hidupnya. Dia berkata bahwa menjadi feminis itu sebenarnya sederhana—sesederhana mendungkung hak yang perempuan butuhkan, tidak berarti anti terhadap laki-laki. Menurutnya makna feminisme sangat luas.[15] Dalam wawancara berikutnya di 2017 di stasiun Televisi Idaho, July berkata, saat dia mulai menghadapi isu-isu rasial dalam politik ini, dia menghubungi penerbit dan merevisi karyanya. Ia sadar bahwa tidak semua karya yang pernah dia tulis itu tepat secara rasial dan politik.[16]
Dia mengganti nama belakangnya menjadi "July" ketika dia berumur 15 tahun. Nama "July" di ambil dari sebuah karakter yang terinspirasi dari sosok July sendiri yang digambarkan dalam sebuah cerita yang ditulis oleh sahabat semasa SMA-nya, Johanna Fateman. Dia mengganti namanya secara legal ketika dia menginjak umur 20-an awal.[5] July mendeskripsikan keluarganya sebagai “DIY” (Do It Yourself) yang mungkin dapat menggambarkan gaya improvisasi July.[5] Oleh karena itu, ketika July ingin mengganti namanya, ayahnya sangat setuju dengan keputusan yang diambilnya.[16] Ayahnya adalah seorang Kerajingan Kerja, yang mana July percaya kebiasaan ayahnya ini turun kedirinya.[16] Keluarganya juga aktif mempelajari agama Zaman Baru dan sering berdiskusi tentang spiritualitas saat July tumbuh dewasa.[5]