Minyak argan (argan oil atau disebut juga Morroccan oil) adalah minyak nabati yang dihasilkan dari proses ekstraksi biji argan. Pohon argan (Argania spinosa) termasuk dalam famili Sapotaceae adalah tumbuhan asli dari Maroko, Afrika Utara yang masuk dalam katagori tumbuhan dilindungi dan terancam punah. UNESCO telah menetapkan lebih dari 2.560.000 hektar sebagai cagar alam biosfer untuk melindungi pelestarian tanaman argan.[1]
Kegunaan
Secara garis besar, minyak argan dapat digunakan untuk kebutuhan kosmetika dan kecantikan, serta sebagai bahan pangan. Perbedaannya terletak pada proses yang dilakukan. Minyak argan yang dibutuhkan untuk industri kosmetik dan kecantikan, tidak melewati proses pemanggangan biji argan. Sedangkan minyak argan yang akan digunakan untuk bahan pangan, biji argan terlebih dahulu dipanggang sebelum masuk ke proses ekstraksi.
Kosmetika
Minyak argan murni yang untuk kebutuhan kosmetika dan kecantikan memiliki nama INCI Argania spinosa kernel oil. Dapat digunakan langsug untuk kulit dan rambut maupun diolah kembali menjadi produk kosmetik dan perawatan. Minyak argan memiliki khasiat untuk mencegah penuaan, melembapkan dan menghidrasi kulit, meredakan jerawat, serta menutrisi kulit dan rambut.[2]
Bahan pangan
Masyarakat Maroko telah lama mengonsumsi minyak argan sebagai pelengkap roti, ikan, salad, serta makanan tradisional Maroko. Minyak argan juga digunakan sebagai suplemen untuk mendukung kesehatan tubuh. Minyak argan memiliki kandungan tokoferol yang memiliki sifat sebagai antioksidan. Kandungan ini digunakan sebagai zat yang dapat melindungi penderita kanker dari efek kemoterapi. Minyak argan juga mengandung senyawa fenolik, fitosterol, dan tokoferol yang berfungsi mencegah obesitas dan mengatur kadar kolesterol.
Jenis minyak argan
Tradisional
Proses mendapatkan minyak argan secara tradisional dilakukan oleh para perempuan suku Orang Berber (Amazigh women) di rumah mereka dan dalam skala kecil. Hasil produksinya sedikit dan masa penyimpanannya hanya sebentar.
Buah argan dikumpulkan pada periode panen bulan Mei sampai Agustus, buah yang terkumpul kemudian dikeringkan di bawah sinar matahari selama dua minggu. Setelah kering, kulit buah dikupas manual dan diambil bagian bijinya atau juga dikenal dengan sebutan kacang argan. Kacang argan dihancurkan dan dipilih bagian yang terbaik. Kacang argan yang telah hancur kemudian dipanggang menggunakan wadah tanah liat hingga wanginya keluar dan warna kacangnya berubah. Waktu pemanggangan berkisar 30-40 menit untuk 1kg pecahan kacang, proses ini sangat memengaruhi rasa, warna dan banyaknya minyak yang bisa diperoleh.
Kacang argan yang telah dipanggang, kemudian digiling menggunakan batu penggiling. Hasil gilingan kemudian diuleni dengan tangan dan ditambahkan sedikit air. Semakin lama adonan akan semakin padat dan mulai mengeluarkan kandungan minyak argan. Minyak argan akan muncul di bagian atas kemudian bisa disaring dan dikemas.[2]
Pengepresan dingin
Metode ekstraksi dengan teknik pengepresan dingin (cold-pressed extraction) dapat digunakan pada ekstraksi minyak argan untuk kebutuhan kosmetika maupun yang bisa dikonsumsi. Metode ini menghasilkan jumlah minyak yang lebih optimal dan steril jika dibandingkan metode tradisional. Minyak argan yang digunakan untuk kebutuhan kosmetika, menggunakan biji argan yang tidak melalui proses pemanggangan (organic unroasted argan oil). Minyak argan yang diproduksi untuk kebutuhan konsumsi, diperoleh dari biji argan yang melewati proses pemanggangan.[3]
Ekstraksi pelarut
Industri kosmetik yang lebih besar, mengekstraksi minyak argan dengan bantuan zat pelarut. Menghasilkan minyak argan yang tidak memiliki aroma dan warna. Hasil dari proses ini digunakan sebagai zat tambahan pada produk sampo, pelembap maupun sediaan krim.[3]
Referensi
↑The Ultimate Guide To: Argan Oil. Argan Oil Direct. 2015. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.