Minoksidil adalah obat yang diindikasikan untuk tekanan darah tinggi dan kebotakan pada pria dan wanita.[5][6] Minoksidil hanya diresepkan pada pasien tekanan darah tinggi yang parah dan tidak dapat dikendalikan dengan diuretik dan penyekat beta.[7] Minoksidil dapat diminum untuk mengobati tekanan darah tinggi, sementara pada kebotakan, minoksidil dioleskan pada kulit kepala.[7][6]
Efek samping yang umum terjadi saat pengobatan tekanan darah tinggi antara lain edema, efusi perikardium, tumbuhnya bulu rambut, dan mual.[5] Efek samping yang jarang terjadi antara lain leukopenia, sindrom Stevens-Johnson, dan angina.[7] Efek samping yang umum terjadi saat pengobatan kebotakan antara lain gatal dan iritasi pada kulit.[6] Obat ini tidak dianjurkan digunakan saat kehamilan dan menyusui karena profil keamanan belum ditelaah lebih lanjut. [8] Minoksidil dapat melebarkan pembuluh darah, sehingga dapat menurunkan tekanan darah.[1] Sementara itu, masih belum diketahui mekanisme kerja minoksidil dalam mengobati kebotakan.[6]
Minoksidil telah digunakan di Amerika Serikat sejak 1979.[5] Di Indonesia, penggunaan obat ini harus diresepkan dari dokter baik untuk pengobatan hipertensi maupun kebotakan.
Referensi
12Benowitz, Neal L. (2020). "11. Antihypertensive agents". Dalam Katzung, Bertram G.; Trevor, Anthony J. (ed.). Basic and Clinical Pharmacology (dalam bahasa Inggris) (Edisi 15th). New York: McGraw-Hill. hlm.183-186. ISBN978-1-260-45231-0. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-10-10. Diakses tanggal 2021-12-05.
↑product, sigma. "M4145 Sigma ≥99% (TLC)". sigmaaldrich.com. sigma. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 Oktober 2016. Diakses tanggal 29 September 2016.
↑cayman chemical, company. "safety data sheet"(PDF). caymanchem.com. cayman chemical company. Diarsipkan(PDF) dari versi aslinya tanggal 1 Oktober 2016. Diakses tanggal 29 September 2016.
↑archives, dailymed. "loniten- minoxidil tablet". dailymed.nlm.nih.gov. dailymed. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 16 Agustus 2016. Diakses tanggal 29 September 2016.