Minaret Vobkent dibangun pada tahun 1198 oleh Abdulaziz Sadr, keturunan keluarga sadr, sebuah keluarga bangsawan dari dinasti Qarakhanid, di distrik Vobkent, wilayah Bukhara. Di depan menara pernah berdiri sebuah madrasah dan masjid, dan sebagian dari bangunan tersebut masih bertahan hingga sekarang.[1]
Minaret ini berbentuk silinder dengan puncak kerucut, dihiasi ubin berwarna berlapis glasir. Bagian atas menara terdapat sebuah pita inskripsi dengan abjad Arab, masing-masing berisi beberapa kata. Penelitian tahun 1989 mengungkap bahwa blok-blok inskripsi bagian atas tidak ditempatkan secara benar saat pembangunan.
Inskripsi bagian atas memuat sebuah hadis.[2] Teks inskripsi tersebut ditulis dalam aksara Kufi. Inskripsi bagian atas juga menyatakan bahwa menara ini selesai dibangun pada tahun 1198.[3]
Bagian bawah menara juga memiliki inskripsi yang berbunyi:
Dengan nama Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang (aku memulai). Menara ini dibangun oleh sadr penuh harapan, imam agung, syahid, yang beruntung, (bukti bagi bangsa dan agama) Abdulaziz ibn Muhammad ibn Sadr, imam agung, syahid (pedang bagi bangsa dan agama) Umar ibn Sadr, imam agung, dermawan (bukti bagi bangsa dan agama) Abdulaziz Umar atas perintahnya pada bulan Jumada al-Awwal tahun 593 (Maret–April 1196). Semoga Tuhan menerimanya.[4]
Arsitektur
Minaret Vobkent dibangun menggunakan bata bakar, kayu, batu, dan gipsum. Minaret ini berdiri di atas dasar berusuk dua belas dengan diameter 6,19 meter di bagian bawah dan 2,81 meter di bagian atas. Akses menuju bagian dalam minaret dilakukan melalui sebuah tangga spiral yang masuk dari pintu di sisi masjid yang bersebelahan.
Minaret ini terbagi menjadi sepuluh bagian oleh sepuluh sabuk dengan pola yang berbeda-beda, dan setiap bagian memiliki desain ubin berlapis glasir yang unik. Inskripsi pada bagian bawah mencantumkan nama dan tahun pembangunnya (Sadr Burhan al-Din Abdulaziz II) dalam aksara Kufi.
Bagian atas minaret melebar dan ditutup dengan struktur seperti sangkar (berdiameter 3,66 meter), dengan sepuluh lengkungan di antara sepuluh kolom, sementara bagian bawah lengkungan dihias dengan ubin berlapis glasir. Dasar minaret kini terkubur di bawah tanah, dan penelitian arkeologis menunjukkan bahwa tinggi aslinya 2,3 meter lebih tinggi dari yang terlihat sekarang. Total tinggi minaret ini adalah 40,3 meter.