Artikel ini tidak memiliki pranala ke artikel lain. Bantu kami untuk mengembangkannya dengan memberikan pranala ke artikel lain secukupnya.(Januari 2023)
Sebagai seorang guru, Groht telah mengajukan dan mengembangkan metode bahasa alami yang berpengaruh guna mengajari bahasa kepada orang-orang tunarungu. Berdasarkan pemikiran bahwa anak tunarungu dapat menerima bahasa paling baik melalui kegiatan yang merupakan bagian alami dari kehidupan anak, metode Groht menggunakan berbagai kegiatan. Guru secara konsisten menciptakan situasi yang memberi kepada siswa pengalaman berbahasa dan secara kontinu berbicara dengan anak-anak, serta mendorong mereka untuk memberi respons dengan ucapan. Praktik demikian di dalam situasi kehidupan nyata dipandang lebih efektif daripada pendekatan tata bahasa dan analitik tradisional, dengan tekanan pada analisis dan latihan bahasa. Pemakaian metode alami telah meningkat secara menyolok, dan sebagian besar program sekarang ini menggunakan gabungan pendekatan alami dan analitik.
Groht menggambarkan metode alami di dalam bukunya Natural Language for Deaf Children. Di dalam kata pendahulunya, Clarence D'Connor (waktu itu sebagai pengawas Lexington School for the Deaf) menyebut Groht sebagai "salah satu anak-anak tunarungu Amerika yang paling menonjol, khususnya di dalam bidang seni komunikasi". Ia selanjutnya berkata, "Groht semakin menjelaskan filsafat bahwa anak-anak tunarungu dapat menggunakan bahasa Inggris dengan lancar dibandingkan dengan mendengarkan melalui apa yang kemudian dikenal sebagai 'metode alami'. Melalui pengajarannya sendiri yang terampil kepada anak-anak tunarungu dan bimbingan para guru, ia menunjukkan bahwa metode ini dapat dilakukan tanpa ragu-ragu. Melalui berbagai tulisannya, demonstrasi, ceramah, dan bab-bab dari buku yang sangat baik, ia telah meneruskan kepada para rekan sekerjanya manfaat dari pengalaman yang kaya di dalam bidang khusus ini".