Artikel ini memberikan informasi dasar tentang topik kesehatan. Informasi dalam artikel ini hanya boleh digunakan untuk penjelasan ilmiah; bukan untuk diagnosis diri dan tidak dapat menggantikan diagnosis medis. Wikipedia tidak memberikan konsultasi medis. Jika Anda perlu bantuan atau hendak berobat, berkonsultasilah dengan tenaga kesehatan profesional.
Mikonazol adalah obat antijamur golongan imidazola dan biasanya digunakan secara topikal (seperti kulit) atau pada membranmukosa untuk mengobati infeksi yang disebabkan fungi. Selain itu, mikonazola juga bermanfaat bagi kehamilan karena aman bagi janin.[1] Mikonazola telah dipatenkan sejak 1968 dan mulai digunakan di dunia medis sejak 1971. Mikonazola terdaftar dalam Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia sebagai salah satu obat-obatan yang paling efektif dan aman dalam sistem kesehatan.[2] Di negara-negara berkembang, kemasan mikonazola 30 gram dijual dengan harga rata-rata 0,60 dolar AS (pada saat itu sekitar Rp 8.000).[3] Secara umum, mikonazola bekerja dengan menginhibisi produksi ergosterol pada sel fungi melalui inhibisi enzim enzim 14α-sterol demetilase.[4]
Farmakologi
Mikonazola nitrat memiliki aktivitas antifungi terhadap dermatofit dan khamir, serta memiliki aktivitas antibakteri terhadap basil dan kokusgram positif. Mikonazola melakukan penetrasi ke dinding sel fungi, mengubah membran sel dan memengaruhi enzim 14α-sterol demetilase, yang berakibat pada penurunan produksi dan biosintesisergosterol.[4]
Karena memiliki khasiat antibakteri terhadap bakterigram positif, maka mikonazola nitrat dapat digunakan untuk mengobati penyakit fungi yang mengalami infeksi sekunder bakteri.
Dosis dan pemakaian
Dalam bentuk krim, dioleskan pada kulit yang terkena fungi 2 kali sehari. Gosokkan krim dengan jari sampai krim menyerap ke dalam kulit. Lamanya terapi bervariasi antara 2-6 minggu tergantung dari tempat dan berat ringannya penyakit. Agar penyakitnya tidak kambuh lagi, pengobatan harus dilanjutkan 10 hari setelah semua gejala hilang
Kontraindikasi
Tidak boleh digunakan pada pasien yang alergi terhadap mikonazola atau bahan tambahan yang terdapat pada krim.
Penggunaan secara topikal hanya sejumlah kecil mikonazola nitrat yang diabsorpsi, namun penggunaan pada wanita hamil perlu diawasi
Penyakit panu mengakibatkan gangguan pigmentasi kulit. Setelah pengobatan, gangguan pigmentasi belum kembali normal. Untuk mendapatkan pigmentasi normal dianjurkan berjemur di pagi hari
Efek samping
Secara umum mikonazola dapat ditoleransi dengan baik. Pada orang yang terlalu sensitif (sangat jarang terjadi) dapat timbul iritasi dan hipersensitivitas kulit.
Overdosis
Kelebihan pemakaian dapat meyebabkan iritasi, yang akan hilang setelah penghentian terapi. Jika sampai tertelan, lakukan pengosongan lambung dengan teknik yang sesuai.