Lahir dari keluarga petani, Kalinin bekerja sebagai pekerja logam di Sankt Peterburg dan ikut serta dalam Revolusi Rusia 1905 sebagai anggota awal Bolshevik. Selama dan setelah Revolusi Oktober, ia menjabat sebagai wali kota Petrograd (Sankt Peterburg). Setelah revolusi, Kalinin menjadi kepala negara Soviet yang baru, sekaligus anggota Komite Sentral Partai Komunis dan Politbiro.
Kalinin tetap menjadi kepala negara tituler Uni Soviet setelah naik takhta Joseph Stalin, yang dengannya ia menikmati hubungan istimewa, tetapi hanya memiliki sedikit kekuasaan atau pengaruh nyata. Ia pensiun pada tahun 1946 dan wafat pada tahun yang sama. Bekas kota Königsberg di Prusia Timur, yang dianeksasi oleh Uni Soviet pada tahun 1945, berganti nama menjadi Kaliningrad setahun kemudian. Kota Tver juga dikenal sebagai Kalinin hingga tahun 1990, ketika nama bersejarahnya dipulihkan, satu tahun sebelum akhirnya runtuhnya Uni Soviet.
Masa Kecil
Mikhail Ivanovich Kalinin lahir pada 19 November 1875 dari keluarga petani etnis Rusia di desa Verkhnyaya Troitsa (Верхняя Троица), Kegubernuran Tver, Rusia.
Kalinin bekerja bersama ayahnya di ladang hingga usia 13 tahun. Saat berusia 10 tahun, ia diajari membaca dan menulis oleh seorang veteran tentara. Pada usia 11 tahun, ia masuk sekolah dasar yang dikelola oleh keluarga pemilik tanah setempat. Setelah lulus sekolah, keluarganya membawanya ke Sankt Peterburg untuk bekerja sebagai pelayan. Pada usia 16 tahun, ia dikirim sebagai pekerja magang di sebuah pabrik kartrid, dan pada usia 18 tahun, ia bekerja sebagai operator bubut di pabrik Putilov.
Karier Politik
Kalinin saat difoto di kampung asalnya, 1922
Kalinin bergabung dengan Partai Buruh Demokrat Sosial Rusia (RSDLP) pada tahun 1898, setahun setelah RSDLP dibentuk.[2] Kalinin mengenal Stalin melalui koneksinya dengan keluarga Alliluyev
Selama masa Revolusi Rusia Kalinin bekerja sebagai seorang staff pada Persatuan Pusat Pekerja Besi[2] sembari aktif dalam keanggotaan RSDLP di Tbilisi, Georgia, Reval, Estonia dan Moskow.[3] Pada bulan April 1906 Kalinin bertindak sebagai seorang delegasi pada Kongres Ke-4 Partai Buruh Demokrat Sosial Rusia.
Kalinin awalnya seorang simpatisan dan pengikut awal dari faksi Bolshevik yang ada di dalam RSDLP yang dipimpin oleh Vladimir Lenin. Kalinin kemudian ditugaskan kembali menjadi delegasi Konferensi Partai Bolshevik yang diadakan pada tahun 1912 di Praha, Ceko. Dalam kongres tersebut, Kalinin terpilih sebagai anggota cadangan dari Komite Pusat dan diutus untuk bekerja di dalam Rusia.[3]
Kalinin belum diangkat menjadi anggota penuh karena ia dicurigai menjadi seorang agen Okhrana (yang mana agen yang sebenarnya adalah Roman Malinovsky, anggota penuh Komite Pusat). Kalinin kemudian dipenjara karena aktivitas politiknya pada tahun 1916 dan dibebaskan setelah Revolusi Februari pada tahun 1917.[2]
Revolusi Rusia
Kalinin bergabung dengan Komite Bolshevik Petrograd dan membantu dalam pelaksanaan kegiatan buletin harian Partai, Pravda yang sudah dilegalkan oleh rezim baru.[4]
Pada bulan April 1917, Kalinin seperti para petinggi Bolshevik lainnya, menganjurkan dukungan bersyarat untuk Pemerintah Sementara Rusia dalam kerjasama dengan faksi Menshevik dalam RSDLP, sebuah kelompok faksi yang menjadi musuh Lenin.[5] Kalinin kemudian melawan sebuah pemberontakan bersenjata yang bertujuan menggulingkan pemerintahan Alexander Kerensky pada musim panas itu.[5]
Pada pemilihan umum yang digelar untuk memilih anggota Duma Kota Petrograd, Kalinin dipilih menjadi Wali kota Petrograd, yang ia pimpin pada saat hingga setelah berakhirnya Revolusi Bolshevik.[5]
Pada tahun 1919, Kalinin dipilih menjadi anggota Komite Pusat Partai Komunis Rusia sekaligus menjadi kandidat anggota Politbiro.[5] Kalinin kemudian dipromosikan menjadi anggota penuh Politbiro pada Januari 1926 dan terus ia jabat sampai meninggalnya pada tahun 1946.[4]
Ketika Yakov Sverdlov meninggal akibat influenza pada tahun 1919,[6][7][8] Kalinin menggantikan Sverdlov sebagai Presiden Komite Eksekutif Pusat Kongres Majelis Se-Rusia, yang sederajat dengan seorang kepala negara. Kemudian jabatan tersebut diubah menjadi Ketua Komita Pusat Uni Soviet pada tahun 1922 dan diubah lagi menjadi Ketua Presidium Majelis Agung Soviet pada tahun 1938.[5] Kalinin terus menjabat sampai ia mengundurkan diri setelah berakhirnya Perang Dunia II.
Pada tahun 1920, Kalinin menghadiri Kongres Dunia Kedua Komunis Internasional di Moskow sebagai perwakilan dari Rusia. Kalinin duduk di panggung presidium dan aktif terlibat dalam sesi debat selama pelaksanaan kongres.[4]
Bubnov, Voroshilov, Trotsky, Kalinin dan Frunze, parade militer Revolusi Oktober, 1924
Uni Soviet
Kalinin adalah sekutu Stalin dalam perebutan kekuasaan yang sengit setelah kematian Lenin pada tahun 1924. Ia menyampaikan laporan tentang Lenin dan Komintern kepada Kongres Dunia Kelima pada tahun 1924.
Kalinin adalah salah satu dari sedikit anggota lingkaran dalam Stalin yang berasal dari keluarga petani. Asal-usul sosialnya yang sederhana dipublikasikan secara luas di pers resmi, yang biasanya menyebut Kalinin sebagai "Penatua Seluruh Serikat" (Всесоюзный староста), sebuah istilah yang merujuk pada masyarakat desa, sehubungan dengan perannya sebagai kepala negara tituler. Secara praktis, pada tahun 1930-an, peran Kalinin sebagai pengambil keputusan dalam pemerintahan Soviet masih nominal.
Meskipun ia adalah anggota Politbiro, cabang eksekutif de facto Uni Soviet, dan secara nominal memegang jabatan negara tertinggi kedua di Uni Soviet, Kalinin hanya memiliki sedikit kekuasaan atau pengaruh. Perannya sebagian besar terbatas pada penerimaan surat-surat diplomatik dari luar negeri. Mengenangnya, calon pemimpin Soviet Nikita Khrushchev berkata, "Saya tidak tahu pekerjaan praktis apa yang dilakukan Kalinin di bawah Lenin. Namun, di bawah Stalin, ia adalah penandatangan nominal semua dekrit, sementara pada kenyataannya ia jarang terlibat dalam urusan pemerintahan."
Pada tanggal 5 Maret 1940, enam anggota Politbiro – Kalinin, Stalin, Vyacheslav Molotov, Lazar Kaganovich, Kliment Voroshilov, dan Anastas Mikoyan – menandatangani perintah untuk mengeksekusi 25.700 "nasionalis dan kontrarevolusioner" Polandia (inteligensia Polandia, pendeta, dan perwira militer) yang ditahan di kamp-kamp dan penjara-penjara di Ukraina barat dan Belarus yang diduduki, yang pada akhirnya menyebabkan pembantaian Katyn.
Kepribadian
Meskipun menduduki jabatan-jabatan tinggi, Kalinin hanya memiliki sedikit kekuasaan nyata, dan pada dasarnya hanyalah seorang boneka, yang mudah dikuasai oleh Stalin. Menurut penulis Rusia, Roy Medvedev, "dengan dalih melindungi Kalinin, Stalin menjadikannya tahanan rumah untuk waktu yang lama, dengan agen-agen NKVD terus-menerus berada di apartemennya. Kalinin sepenuhnya menyerah kepada Stalin, menutupi kejahatan sang diktator dengan prestisenya yang tinggi. Trotsky menulis:
Untuk waktu yang lama, ia takut mengaitkan nasibnya sendiri dengan nasib Stalin. 'Kuda itu', ia biasa berkata kepada orang-orang dekatnya, 'suatu hari nanti akan menyeret kereta kita ke dalam parit.' Namun perlahan-lahan, sambil merintih dan melawan, ia berbalik melawan saya, lalu melawan Zinoviev, dan akhirnya, dengan keengganan yang lebih besar lagi, melawan Rykov, Bukharin, dan Tomsky, yang dengannya ia lebih dekat hubungannya karena pandangannya yang moderat.
Kalinin tidak mampu melindungi istrinya, Ekaterina Kalinina, yang kritis terhadap kebijakan Stalin dan ditangkap pada 25 Oktober 1938 atas tuduhan sebagai seorang "Trotskyis". Pada saat penangkapannya, Ekaterina dan suaminya, Mikhail Kalinin, tidak tinggal bersama. Meskipun suaminya adalah ketua Presidium Soviet Tertinggi (1938–46), ia disiksa di Penjara Lefortovo dan pada 22 April 1939, ia dijatuhi hukuman lima belas tahun penjara di kamp kerja paksa. Ia dibebaskan tak lama sebelum kematian suaminya pada tahun 1946.
Tak lama sebelum Kalinin meninggal, komunis Montenegro, Milovan Djilas, adalah salah satu delegasi komunis Yugoslavia, yang dipimpin oleh Josip Broz Tito, yang makan malam di Kremlin bersama Stalin dan para pemimpin Soviet lainnya. Djilas mengenang:
Paman Kalinin yang sudah tua, yang penglihatannya sudah hampir hilang, kesulitan menemukan gelas, piring, dan rotinya, dan saya terus membantunya dengan penuh perhatian ... Stalin tentu tahu tentang kebobrokan Kalinin, karena ia mengolok-oloknya dengan kasar ketika lelaki tua itu meminta rokok Yugoslavia kepada Tito. 'Jangan ambil – itu rokok kapitalis,' kata Stalin, dan Kalinin dengan bingung menjatuhkan rokok dari jari-jarinya yang gemetar, yang kemudian membuat Stalin tertawa dan ekspresi wajahnya seperti satir.
Semasa hidupnya, tiga kota besar di Uni Soviet, yaitu Tver, Korolyov, dan Königsberg, diubah namanya dengan nama Kalinin. Satu-satunya kota yang masih mempertahankan perubahan nama tersebut pasca-bubarnya Uni Soviet adalah Königsberg yang kini bernama Kaliningrad.
Referensi
↑Avtorkhanov, Abdurakhman. 1959. Stalin and the Soviet Communist Party: A Study in the Technology of Power. New York: Frederick A. Praeger, hlm. 1.
123Jackson, George; Devlin, Robert (eds.), Dictionary of the Russian Revolution. Westport, CT: Greenwood Press, 1989; pp. 295–296.
↑Waksberg, Arkadi (21 Januari 2011). "From Hell to Heaven and forth" (dalam bahasa Rusia). Diarsipkan dari asli tanggal 25 April 2012. Diakses tanggal 5 Oktober 2011.