Gagasan Bakhtin yang paling penting dari pemikirannya adalah tentang dialogisme atau konsepsi tentang dialog.[2] Menurut Bakhtin, dialog menandai kondisi eksistensial dari kemanusiaan di mana manusia yang satu dengan manusia lainnya memiliki ikatan.[1] Manusia dikatakan "ada" (exist) hanya bila ia berkomunikasi secara dialogis, dan ketika dialog berakhir, maka tidak ada yang tertinggal dari hakikat manusia itu.[1] Karena itu, dialog adalah proses yang berlangsung terus-menerus di dalam kehidupan seorang manusia.[1]
Referensi
12345(Inggris)Hwa Yol Jung. 1999. "Bakhtin, Mikhail Mikhailovich". In The Cambridge Dictionary to Philosophy. Robert Audi, ed. 70-71 . London: Cambridge University Press.
123(Inggris)Ted Honderich, ed. 1995. The Oxford Companion of Philosophy. New York: Oxford University Press. P. 112.