MihnahPeta Mihnah dan kejadian-kejadian yang terkait dengannya
Mihnah (bahasa Arab:محنة خلق القرآنcode: ar is deprecated , translit.miḥnah khalq al-qurʾān, har.'ocobaan penciptaan Al-Qur'an') adalah periode penindasan agama yang dilancarkan oleh khalifah Abbasiyahal-Ma'mun pada tahun 833 di mana ulama Sunni dihukum, dipenjarakan, atau bahkan dibunuh[1] kecuali mereka mematuhinya. Doktrin Mu'tazilah. Kebijakan ini berlangsung selama delapan belas tahun (833–851) dan berlanjut hingga masa pemerintahan penerus langsung al-Ma'mun, al-Mu'tashim dan al-Watsiq, dan empat tahun al-Mutawakkil yang membalikkannya pada tahun 851.[2][3]
Penghapusan Mihnah merupakan hal penting baik sebagai akhir dari kepura-puraan Khalifah Abbasiyah untuk memutuskan masalah ortodoksi agama, maupun sebagai salah satu dari sedikit contoh penganiayaan agama di antara sesama Muslim di Islam Abad Pertengahan.[4]
Jackson, S. A. (2002). "Jihad and the Modern World". Journal of Islamic Law and Culture. 7 (1): 1–26.
Nawas, J. A. (1994). "A Rexamination of Three Current Explanations for al-Ma'mun's Introduction of the Mihna". International Journal of Middle East Studies. 26 (4): 615–629. doi:10.1017/S0020743800061134. S2CID159973328.
Nawas, J. A. (1996). "The Mihna of 218 A.H./833 A. D. Revisited: An Empirical Study". Journal of the American Oriental Society. 116 (4). Journal of the American Oriental Society, Vol. 116, No. 4: 698–708. doi:10.2307/605440. JSTOR605440.