Mifepriston, juga dikenal dengan nama RU-486, adalah obat yang biasanya digunakan bersama dengan misoprostol untuk melakukan aborsi.[1] Tingkat keefektivan kombinasi kedua obat ini mencapai 95% untuk 50 hari pertama kehamilan.[2] Obat ini juga efektif pada trimester kedua kehamilan.[2][3] Keberhasilannya perlu diverifikasi dua minggu setelah digunakan.[1] Obat ini dikonsumsi lewat mulut.[1]
Efek samping yang sering muncul adalah sakit perut, perasaan sakit dan pendarahan di vagina.[1] Efek samping serius yang dapat terjadi adalah pendarahan dalam jumlah besar di vagina, infeksi bakteri, dan bayi yang cacat jika kehamilan tidak berhasil dihentikan.[1]
Mifepriston berfungsi dengan menghambat efek progesteron dan mengakibatkan kontraksi uterus.[1]
Obat ini pertama kali dikembangkan pada tahun 1980 dan mulai digunakan di Prancis pada tahun 1987.[4] Obat ini mulai tersedia di Amerika Serikat pada tahun 2000.[2] Obat ini termasuk dalam daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia.[5] Penggunaan Mifepriston diizinkan oleh Health Canada pada tahun 2015 dan mulai tersedia di Kanada pada Januari 2017.[6] Namun, obat ini sulit diperoleh di negara berkembang akibat biayanya yang mahal dan juga karena obat ini tidak tersedia secara luas.[7][8] Di Amerika Serikat sendiri biayanya dapat melebihi 200 USD untuk satu dosis.[9]
Catatan kaki
123456"Mifepristone". The American Society of Health-System Pharmacists. Diarsipkan dari asli tanggal December 22, 2015. Diakses tanggal December 19, 2015.
123Rexrode, edited by Marlene Goldman, Rebecca Troisi, Kathryn (2012). Women and health (Edisi 2nd). Oxford: Academic. hlm.236. ISBN9780123849793. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-09-08.; Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
↑Wildschut, H; Both, MI; Medema, S; Thomee, E; Wildhagen, MF; Kapp, N (19 January 2011). "Medical methods for mid-trimester termination of pregnancy". The Cochrane Database of Systematic Reviews (1): CD005216. doi:10.1002/14651858.CD005216.pub2. PMID21249669.
↑Winikoff, B; Sheldon, W (September 2012). "Use of medicines changing the face of abortion". International perspectives on sexual and reproductive health. 38 (3): 164–6. doi:10.1363/3816412. PMID23018138.