Biografi
Uskup Crookston
Hoeppner diangkat menjadi uskup Crookston oleh Paus Benediktus XVI pada 28 September 2007.[2] Hoeppner ditahbiskan di Katedral Perawan Tak Bernoda, Crookston oleh Uskup Agung Harry Flynn pada 30 November 2007.[3]
Pada Mei 2017, Hoeppner menjadi uskup Amerika Serikat pertama yang digugat secara pribadi atas dakwaan paksaan. Gugatan hukum diberkaskan oleh Ronald Vasek, seorang mantan kandidat diakonat di keuskupan tersebut. Vasek menuduh bahwa Monsinyur Roger Grundhaus melakukan pelecehan seksual terhadapnya kala ia masih remaja dalam sebuah kunjungan ke Ohio pada 1971. Vasek melaporkan dakwaan kepada keuskupan tersebut pada 2011.
Pada Oktober 2015, Vasek menandatangani surat yang menyatakan tuduhannya melawan Grundhaus. Vasek berkata bahwa Hoeppner mengancam pembalasan melawan putra Vasek, seorang imam di keuskupan tersebut, jika ia gagal untuk menandatanganinya. Vasek berkata bahwa tindakan Hoeppner seperti "melecehkan semuanya lagi."[4][5][6] Pada 20 September 2017, Vasek, keuskupan dan Hoeppner mencapai kesepakatan hukum. Sebagai bagian dari perjanjian, Hoeppner mengeluarkan surat dari Oktober 2015.[7][8]
Pada September 2019, Keuskupan Agung St. Paul dan Minneapolis mengumumkan bahwa mereka akan menyelidiki tindakan Hoeppner dalam kasus Vasek. Ini menjadi penyelidikan pertama di Amerika Serikat terhadap seorang uskup karena gagal mengikuti prosedur tuduhan pelecehan seksual yang dinyatakan oleh Paus Fransiskus dalam dokumen tahun 2019 Vos estis lux mundi.[9]
Pensiun
Setelah penyelidikan keuskupan agung, Paus Fransiskus meminta pengunduran diri Hoeppner dari jabatan uskup Crookston. Ini diterima oleh Paus pada 13 April 2021.[10][11] Dalam misal terakhirnya di Crookston, Hoeppner meminta maaf "...kepadamu dan semuanya, karena aku meminta maaf kepada Bapa Suci, atas kegagalanku dalam menjabat sebagai uskup."[5] Pada Maret 2022, Uskup Andrew Cozzens, uskup baru Crookston, mengumumkan bahwa ia takkan mengijinkan Hoeppner untuk kembali ke keuskupan tersebut.[12]