1978–1988: Sebagai musisi sesi dan artis utama
Selepas lulus dari Academy of Music, Cretu tetap tinggal di Jerman dan bekerja sebagai seorang musisi sesi.[8] Salah satu pekerjaan pertamanya adalah memainkan kibor untuk produser dan seniman rekaman, Frank Farian (Milli Vanilli),[6] termasuk mengerjakan lagu, "Rivers of Babylon" milik Boney M.[8] Pada tahun 1981, Cretu ikut mendirikan band Synthpop, Moti Special, bersama pemain sesi lainnya. Album studio debut mereka, Motivation (1985), termasuk single, "Cold Days, Hot Nights," menjadi andalan di seluruh Eropa.[9] Cretu meninggalkan grup musik tersebut sebelum mereka merilis album studio kedua mereka, pada tahun 1990.
Album studio solo pertamanya, bertajuk Moon, Light & Flowers, dirilis pada tahun 1979. Album ini berisi single: "Shadows over My Head" dan "Wild River," dirilis pada tahun 1978, serta dua lagu hits: "Love Me" dan "Moonlight Flower." Album studio kedua Cretu, Legionäre, dirilis pada tahun 1983. Album Die Chinesische Mauer dirilis pada tahun 1985 dan menampilkan lagu, "Samurai." Album ini diterbitkan secara terpisah dengan lirik berbahasa Inggris dan sebuah daftar lagu yang berbeda sebagai The Invisible Man.
Kolaborasi
Pada tahun 1980, Cretu ikut mencipta lagu, "Woman Behind the Man" bersama Peter Franken, untuk ex-Ebony, Isetta Preston, dan juga memproduserinya.[10][11]
ART Studios
Sebelumnya, Cretu mempunyai ART Studios di Ibiza. Rumahnya, dekat Sant Antoni de Portmany, adalah sebuah rumah besar bergaya Maroko yang memiliki studio rekaman.
Cretu & Thiers
Sebagai Cretu & Thiers, Cretu mempunyai duet musik bersama Manfred "Tissy" Thiers. Selepas membawakan versi kover dari lagu Alice Cooper, "School's Out," Cretu dan Thiers mengeluarkan sebuah album, Belle Epoque pada tahun 1988,[12] menghasilkan dua single: "Don't Say You Love Me" dan "When Love is the Missing Word." Secara musikal, lagu "Mona Lisa" identik dengan lagu, "Silver Water," dari album, The Invisible Man, tetapi dengan lirik baru yang dinyanyikan oleh Thiers. Remake dari lagu, "Snowin' Under My Skin," kemudian menjadi lagu utama untuk album Andru Donalds dengan tajuk yang sama, diproduseri oleh Michael Cretu pada tahun 1999.
Hubert Kah
Pada tahun 1980-an, Cretu mengambil alih produksi untuk kuartet Pop, Hubert Kah, dan mulai mencipta lagu bersama Hubert Kemmler, menghasilkan sejumlah hits. Di antara karya-karyanya yang lain, Cretu ialah salah satu produser album 1987, Islands oleh Mike Oldfield, dan produser album 1989, The Different Story (World of Lust and Crime) oleh Peter Schilling.[13]
Peter Cornelius
Pada tahun 1980, Cretu memulai kolaborasi dengan musisi berkebangsaan Austria, Peter Cornelius, memberikan kontribusi musik dan produksi untuk lima album Cornelius, termasuk Der Kaffee ist fertig (1980), Zwei (1980), Reif für die Insel (1981), Ohne Filter (1982), dan Fata Morgana (1983).[14] Pada tahun 1992, Cornelius dan Cretu berkolaborasi sekali lagi, kali ini lewat album, Cornelius + Cretu.[14] Setahun kemudian, Cornelius memberikan kontribusi gitar untuk album studio kedua Enigma, The Cross of Changes.
Sandra Cretu
Pada awal tahun 1982, Michael Cretu bertemu dengan calon istrinya, Sandra Cretu. Keduanya jatuh cinta dan menjalin hubungan. Pada tahun 1984, Ny. Cretu mencoba karier solonya dengan versi Jerman dari lagu Alphaville, "Big in Japan" (upaya kedua Ny. Cretu selepas single 1976, "Andy mein Freund"). Walaupun kurang sukses, Tn. Cretu mengambil alih kendali dan memproduseri lagu, "(I'll Never Be) Maria Magdalena," dan album studio debut keluaran tahun 1985, The Long Play, juga mengaransemen dan memainkan drum, kibor, dan pemrograman,[15] bersama penyanyi serta komposer, Hubert Kemmler (dikenal sebagai Hubert Kah). Lagu "Maria Magdalena" berada peringkat jawara di Austria,[16] Jerman,[17] Norwegia,[18] Swedia,[19] dan Swiss,[20] dan terjual lebih dari lima juta kopi di seluruh dunia. Banyak lagi lagu hits yang menyusul, selalu dengan Tn. Cretu sebagai produser, sebagian besar berkolaborasi dengan Hubert dan dua anggota Hubert Kah lainnya, Klaus Hirschburger dan Markus Löhr, sebagai komposer.
Trance Atlantic Air Waves
Pada tahun 1998, Cretu bekerja sama dengan Jens Gad dalam proyek, Trance Atlantic Air Waves, mengeluarkan satu album, The Energy of Sound, pada tahun yang sama.[21]
1988–sekarang: Enigma
Cretu didorong untuk mengerjakan sebuah proyek solo oleh Mike Oldfield, seseorang yang terkesan dengan keterampilan produksi studio dan ide-ide musiknya. Hal ini menyebabkan terciptanya Enigma yang menurut Cretu lahir dari ide untuk membuat musik yang disukainya sendiri, sambil menghadirkan nuansa mistisisme. Pendirian Enigma melibatkan Fabrice Cuitad, sebagai David Fairstein, dan Frank Peterson. Mereka bekerja sama untuk menciptakan "Sadeness (Part I)," sebuah single yang inovatif yang menjadi sebuah kesuksesan internasional yang mengejutkan. MCMXC a.D., album debut, dirilis pada tahun 1990, sangat sukses.[22]
Cretu menyatakan bahwa dia tidak terkejut dengan kesuksesan album yang tak terduga, karena dia ingat pernah mengatakan kepada istrinya sebelum album itu dirilis, "Ini akan menjadi sebuah hit besar atau tidak sama sekali."[8] Gaya dia mencampur berbagai contoh, genre musik, irama yang asyik (kerap diambil dari seniman-seniman seperti Genesis dan Peter Gabriel), lirik yang dibisikkan (terutama dinyanyikan oleh Sandra Cretu), nyanyian, dan suara tidak dikenal oleh orang awam pada saat itu, dan hal itu menyebabkan dia digambarkan sebagai "ahli alkimia dalam suara."[8]
Album studio kedua Enigma, The Cross of Changes, dirilis pada tahun 1993. Peterson meninggalkan Enigma pada tahun 1991.[23] Di album The Cross of Changes, Cretu beralih dari nyanyian Gregorian yang ada di seluruh album, MCMXC aD, karena banyak seniman mulai menggunakannya dalam musik mereka,[8] menuju nyanyian suku, seperti yang terdengar pada single andalan internasional, "Return to Innocence."[24] Pada tahun yang sama, Cretu didekati oleh Paramount Pictures untuk berkontribusi lewat lajur bunyi film, Sliver, dan dia membuat single lain, "Carly's Song," berdasarkan nama karakter perempuan utama.[25]
Pada tahun 1996, Enigma merilis album, Le Roi est mort, vive le Roi! Secara gaya, album ini terdengar seperti sebuah gabungan dari album pertama dan kedua.
Pada tahun 1999, Cretu mengarahkan Enigma ke arah lain dengan menggunakan contoh dari opera, Carmina Burana karya Carl Orff, di album studio keempat, The Screen Behind the Mirror, dirilis setahun kemudian.[26] Ini adalah rekaman Enigma pertama yang menampilkan Andru Donalds dan Ruth-Ann Boyle, di mana keduanya akan menyediakan vokal untuk beberapa album Enigma lainnya. Walaupun Jens Gad telah bekerja dengan Cretu pada rekaman Enigma sebelumnya, ini adalah pertama kalinya Gad menerima sebuah kredit.[2]
Pada tahun 2001, Cretu merilis dua album kompilasi Enigma, Love Sensuality Devotion: The Greatest Hits dan Love Sensuality Devotion: The Remix Collection, mencantumkan kredit untuk ATB. Pada saat itu, Enigma telah mencapai penjualan hampir 30 juta di seluruh dunia.[8] Pada tahun 2002, Cretu memenangkan World Music Award untuk Best-Selling German Artist.[27]
Cretu melanjutkan rekaman Enigma, merilis album, Voyageur pada tahun 2003. Suara-suara familiar dari seruling Shakuhachi dan nyanyian Gregorian atau suku digantikan dengan melodi dan irama yang lebih ramah komersial.[28] Pada tahun 2006, sebuah single baru, bertajuk "Hello and Welcome," dirilis sebagai antisipasi album lain, A Posteriori, dikeluarkan pada tahun itu.[29][30]
Seven Lives Many Faces, album studio ketujuh Enigma, diterbitkan pada tahun 2008.[31]
Selepas itu, proyek musik ini menjadi hening selama delapan tahun. Pada tahun 2016, Michael Cretu kembali lewat album studio kedelapan Enigma, The Fall of a Rebel Angel, menampilkan vokalis tamu baru. Pertama ialah Mark Josher (dikenal sebagai Martchelo). Tamu kedua ialah Anggun C. Sasmi, dan kemudian Aquilo.[4]