Meteorit BulanPotongan Meteorit Bulan NWA 5000, ditemukan di Gurun Sahara tahun 2007.[1]Potongan Meteorit Bulan Gadamis 004. Dikenal juga sebagai "Apollo Lunar" karena identik dan merupakan jenis batuan bulan yang sama dengan sampel Anorthosite yang dibawa oleh Apollo 16 dari Bulan.
Penemuan
Pada bulan Januari 1982, John Schutt, yang memimpin ekspedisi di Antarktika untuk program ANSMET, menemukan sebuah meteorit yang ia kenali sebagai sesuatu yang tidak biasa. Tak lama kemudian, meteorit yang sekarang disebut Allan Hills 81005 itu dikirim ke Washington, DC, Amerika Serikat, di mana ahli geokimia dari Smithsonian Institute, Brian Mason, menyadari bahwa sampel itu berbeda dari meteorit lain dan menyerupai batu yang dibawa kembali dari Bulan oleh program Apollo.[2] Hingga kini, semua meteorit bulan hanya ditemukan di Antarktika, Afrika utara, dan Kesultanan Oman. Belum ada yang ditemukan di Amerika Utara, Amerika Selatan, atau Eropa.[3]
Proses Terbentuk
Meteorit Bulan terbentuk dari hantaman benda angkasa pada permukaan Bulan. Dataran tinggi bulan merupakan bagian lapisan kerak bulan purba yang telah dihujani oleh hantaman meteorit, khususnya selama periode awal sekitar 3,9 juta tahun lalu, yang mengakibatkan breksiasi yang luas dan banyak serpihan Bulan yang terhempas ke orbit Bumi. [4] Studi isotop radiogenik menunjukkan bahwa sebagian besar meteorit bulan ini terhempas dari Bulan dalam kurun waktu 10 juta tahun terakhir hingga 20 juta tahun terakhir.[5] Asal-usul suatu meteorit berasal dari Bulan adalah dengan membandingkan mineralogi, komposisi kimia, dan komposisi isotop antara meteorit dan sampel dari Bulan yang dikumpulkan oleh misi Apollo dan Luna.
Relevansi Ilmiah
Keenam misi Apollo yang mengumpulkan sampel mendarat di sisi tengah Bulan, area yang kemudian terbukti memiliki anomali geokimia oleh misi Lunar Prospector. Sebaliknya, banyak meteorit bulan merupakan sampel batuan bulan dari wilayah yang acak sehingga memberikan sampel permukaan bulan yang lebih representatif daripada sampel Apollo. Sampel-sampel penting ini memberi wawasan geologis tentang wilayah-wilayah Bulan yang sebelumnya tidak pernah dikunjungi. Analisis kimia, mineralogi, isotopik, dan kronologis laboratorium terhadap sampel-sampel ini telah menunjukan persamaan dan perbedaan penting dengan sampel-sampel Apollo dan Luna. Dengan demikian, meteorit bulan memberikan informasi baru tentang sejarah kerak bulan hingga aktivitas geologi di Bulan.[5]
Kepemilikan
Meteorit bulan yang dikumpulkan merupakan satu-satunya sumber batuan Bulan yang tersedia untuk kepemilikan pribadi. Hal tersebut karena semua batuan yang dikumpulkan selama program pendaratan Apollo atau Program Antariksa lain di Bulan adalah milik pemerintah Amerika Serikat atau negara lain yang menjalani misi tersebut.
↑Rhian H. Jones, Meteorites, Editor(s): Robert A. Meyers, Encyclopedia of Physical Science and Technology (Third Edition), Academic Press, 2003, Pages 559-574, ISBN 9780122274107, https://doi.org/10.1016/B0-12-227410-5/00434-8.
12Joy, K. H., & Arai, T. (2013). Lunar meteorites: new insights into the geological history of the Moon. Astronomy & Geophysics, 54(4), 4.28–4.32. doi:10.1093/astrogeo/att121