Pada tahun 2028, Jendral Donald Morden meluncurkan serangan secara habis-habisan terhadap Regular Army. Dengan jumlah tentara dan peralatan yang superior, Rebellion Army mampu membanjiri serangan kepada pasukan Regular Army dengan mudah.
Sebenarnya, serangan-serangan tersebut dapat dibalas secara efektif, atau bahkan dicegah, seandainya para pejabat tinggi mendengarkan Intelijen Regular Land Army, yang telah memperingatkan tentang segala macam indikasi bahwa Rebellion Army dapat menyerang kapan saja dengan kekuatan yang besar. Sayangnya, pejabat yang sama memutuskan untuk menyelamatkan diri mereka sendiri dan mengumumkan bahwa kegagalan intelijen yang menyebabkan bencana ini, yang sama sekali tidak dihargai oleh personel yang bertugas di grup intelijen.
Sementara itu, Regular Army didorong menuju kehancuran, dengan kota-kota yang seharusnya dilindungi malah berakhir menjadi puing-puing.
Jendral Donald Morden membuat pengumuman bahwa semua kota besar diseluruh dunia akan berada dibawah kendalinya dalam waktu 170 jam, juga menyatakan bahwa perlawanan yang dilakukan oleh para militer negara tersebut hanya akan sia-sia.
Kini, Regular Army telah terpecah-belah dan berada diambang kehancuran. Sementara itu, sekelompok tentara dari Regular Army diterjunkan untuk menyelamatkan semua senjata dan peralatan yang tersisa. Tak lama kemudian, sebuah kelompok bernama "Resistants" yang dibentuk oleh anggota Regular Army dan para Peneliti yang masih hidup, yang mulai secara diam-diam mengubah prototipe tank SV-001 yang sebelumnya dalam tahapan percobaan kini menjadi dalam status siap tempur di sebuah fasilitas penelitian & produksi tersembunyi, berharap dapat melancarkan serangan balik untuk mendapatkan kembali apa yang telah diambil oleh Rebellion Army. Jendral Morden dengan cepat mengetahui fakta ini dan memerintahkan tentaranya untuk menghancurkan fasilitas penelitian & produksi SV-001, menangkap pasukan Resistants dan menyita semua unit SV-001 yang masih dalam tahapan produksi. Dengan cepat, sekali lagi Rebellion Army dapat menghentikan serangan balik bahkan sebelum dimulai. Kendaraan tersebut mulai disebarkan secara acak untuk mencegah pasukan Regular Army yang tersisa dapat menggunakannya untuk melakukan serangan balik.
Catatan: Bagian atau tahapan saat ini masih belum selesai.