Merong Mahawangsa adalah seorang pejuang legendaris dan penguasa yang konon merupakan raja pertama Langkasuka, atau Provinsi Pattani modern. Kisahnya disebutkan dalam Hikayat Merong Mahawangsa, yang menyebutkannya sebagai pahlawan yang menjadi raja pertama Langkasuka.
Legenda Merong Mahawangsa
Hikayat Kedah mengklaim bahwa Merong adalah keturunan Alexander Agung (dikenal dalam legenda Melayu sebagai Iskandar Zulkarnain).
Menurut Hikayat Kedah, Merong adalah seorang pejuang dan penguasa dari kerajaan yang tidak dikenal. Ia berlayar dan berkelana dari kerajaan ke kerajaan tetapi sebagian besar hidupnya dihabiskan di Roma. Suatu hari, ia meninggalkan Roma untuk berdagang di Tiongkok. Namun kemudian, setelah melewati Laut Arab, ia tiba-tiba diserang oleh raksasa legendaris phoenix bernama Garuda, yang menghancurkan sebagian besar armada Merong. Mereka melarikan diri ke daratan terdekat, yaitu Lembah Bujang, tempat mereka menetap dan mendirikan kerajaan Langkasuka.
Merong memiliki tiga putra, Merong Mahapudisat, Ganjil Sarjuna, dan Seri Mahawangsa, serta seorang putri, Raja Puteri, yang merupakan anak kedua termuda dalam keluarga.[1]
Merong adalah penguasa asli Langkasuka sebelum ia menjadikan putranya, Merong Mahapudisat, sebagai raja. Ia kembali ke Roma, meninggalkan putranya untuk memerintah setelahnya. Nasibnya tidak diketahui, karena beberapa orang mengatakan bahwa ia meninggal dalam perjalanan ke Roma. Putranya memerintah Langkasuka, bersama dengan keturunannya, hingga Phra Ong Mahawangsa memeluk Islam dan mengubah Kerajaan Langkasuka menjadi Kesultanan Kedah. Ia juga mengubah namanya menjadi Sultan Mudzafar Shah I.
Langkasuka diyakini didirikan oleh keturunan Ashoka Agung (304-232 SM). Ashoka merupakan seorang Kaisar Magadha, dan juga sebagai penguasa ketiga dari Dinasti Maurya.[1] Kekaisaran Ashoka meliputi sebagian besar anak benua India.
Kemudian, sapaan untuk raja Langkasuka berubah menjadi Kesultanan Kedah. Nama 'Langkasuka' dapat dibagi menjadi dua bagian: 'Langka' berarti 'tanah kejayaan' dalam bahasa Sanskerta, sedangkan 'suka' berarti 'kegembiraan' atau 'kebahagiaan'.
Merong Mahawangsa dalam budaya populer
Sebuah kapal Angkatan Laut Kerajaan Malaysia bernama KD Mahawangsa dinamai untuk menghormatinya.
"The Malay Chronicles: Bloodlines" adalah film epik Malaysia tahun 2011 yang menceritakan kehidupan dan petualangan sang pejuang, yang diperankan oleh aktor Inggris Stephen Rahman-Hughes.