Menahem (bahasa Ibrani:מְנַחֵםcode: he is deprecated Menaẖem, Menạḥēm, Menachem, artinya "Penghibur"; bahasa Akkadia:𒈪𒉌𒄭𒅎𒈨code: akk is deprecated , translit.Meniḫimm; bahasa Yunani:Manaemcode: el is deprecated di Septuaginta, Manaen di Aquila of Sinope; bahasa Latin:Manahemcode: la is deprecated ; Nama lengkap: bahasa Ibrani:מנחם בן גדיcode: he is deprecated , Menahem Ben Gadi) bin Gadi menjadi raja Kerajaan Israel Utara menurut Alkitab Ibrani, setelah membunuh raja Salum bin Yabesh di Samaria. Ia berasal dari Tirza, memerintah 10 tahun di Samaria, dan setelah meninggal digantikan anaknya, Pekahya.[1]
Pemerintahan
Dalam masa pemerintahannya, dicatat hal-hal berikut:
Pada waktu menyerang Salum bin Yabesh di Samaria, dengan mulai dari Tirza, Menahem memusnahkan Tifsah dan semua orang yang ada di dalamnya serta daerahnya, sebab orang tidak membuka pintu kota baginya.[2][3]
Kelakuannya dianggap jahat di mata TUHAN. NabiHosea menggambarkan kemabukan dan kemaksiatan yang disiratkan dalam perkataan "ia tidak menjauh dari dari dosa-dosa Yerobeam bin Nebat", yang mengakibatkan orang Israel berdosa pula. (2 Raja–raja 15:18 dan Hosea 7:1–15)</ref>
Pul (Tiglath-Pileser III), raja Asyur, datang menyerang, lalu Menahem memberi 1000 talenta perak kepada Pul, supaya dibantunya dia mengokohkan kerajaan itu di tangannya.[4] Pul mulai naik tahta sekitar 745 SM.
Upeti kepada Asyur
Tiglat-Pileser III, raja Asyur mulai bertahta tahun 745 SM, tiga tahun sebelum Menahem mati. Pada zaman pemerintahan Menahem, orang Asyur pertama kali memasuki Kerajaan Israel, dan juga menyerang Aram Damaskus di timur lautnya:
Orang Asyur kemungkinan diundang ke dalam Israel oleh partai yang berpihak pada Asyur. Kitab Hosea berbicara mengenai dua partai anti-Israel, partai Mesir dan partai Asyur. (Hosea 7:11)
Untuk mempertahankan kemerdekaannya, Menahem dipaksa membayar upeti seribu talenta perak (2 Raja-raja 15:19) - sekitar 37 ton imperial (atau 34 ton metrik) perak. Sekarang sudah diterima bahwa Pul yang disebutkan dalam 2 Raja-raja 15:19 adalah Tiglat-Pileser III berdasarkan inskripsi-inskripsi kuneiform. Pul mungkin adalah nama pribadinya, dan yang pertama kali terdengar di Israel. Tiglat-Pileser mencatat pemberian upeti ini pada salah satu prasastinya.
Untuk membayar upeti itu, Menahem menarik pajak 50 syikal perak - atau sekitar 1¼ pound atau 0.6kg - dari semua orang kaya di kerajaannya. (2 Raja–raja 15:20) Untuk mengumpulkan jumlah itu, seharusnya ada sekitar 60.000 "orang berkuasa dan kaya" dalam kerajaan itu. Setelah menerima upeti itu, Tiglat-Pileser kembali ke Asyur.[5] Sejak itu, kerajaan Israel merupakan taklukan Asyur. Ketika Pekah sekitar 10 tahun kemudian menolak membayar upeti, dimulailah rangkaian peristiwa yang membawa kehancuran kerajaan dan pembuangan para penduduknya.
Catatan di luar Alkitab
Yosefus menyatakan bahwa ia adalah seorang jenderal tentara Israel.[6]
Prasasti raja Tiglath-Pileser III mencatat upeti yang diterimanya dari "Me-ni-hi-imme Sa-me-ri-na-a-a," bahasa Akkadia untuk "Menahem dari Samaria."[7] T. C. Mitchell dalam Cambridge Ancient History memperkirakan prasasti ditulis tahun 743 atau 742 SM. Penerbitan "Prasasti Iran" tahun 1994 mendukung perkiraan tahun ini yang sejalan dengan kronologi dari Thiele/McFall.[8]
↑"Tifsah" ('Tiphsah') adalah nama dalam Teks Masoret. Para komentator dan penerjemah modern lebih memilih bacaan Tappuah, mengikuti Septuagintaresensi Lucian. Nama tempat 'Tappuah' telah diidentifikasi dengan tempat modern Taffuh.
Artikel ini memuat teks dari suatu penerbitan yang sekarang berada dalam ranah publik:Walter Drum (1913). "Manahem". Dalam Herbermann, Charles (ed.). Catholic Encyclopedia. New York: Robert Appleton.;