Nama Melonguane memiliki sebuah cerita, ketika masyarakat lokal melihat birunya warna pada air laut yang tenang dan dangkal, dan pada saat itu sebagian besar dari mata pencaharian dari masyarakat lokal adalah Nelayan atau sesuatu yang berhubungan dengan laut dan ketika air laut mengalami pasang naik sehingga menutupi tepian pantai maka seakan-akan pantainya berwarna biru itulah sebabnya nama melonguane diambil dari kata "Ma'elom" dan "Anne"yang artinya Biru dan Pantai (Pantai Biru) yang kemudian cara bacaannya terkikis oleh perubahan cara baca sehingga sekarang dibaca dengan Melonguane.
Demografi
Penduduk asli kabupaten Kepulauan Talaud adalah suku Talaud. Kebudayaan orang Talaud memiliki banyak kesamaan dengan negara Filipina, karena faktor wilayah yang berbatasan langsung dengan Filipina. Demikian juga bahasa, memiliki kesamaan dengan Filipina.[2] Sebagai ibukota kabupaten, mata pencaharian penduduk Melonguane sangat beragam, ada yang sebagai buruh, PNS, Polisi atau TNI, tenaga medis, guru, karyawan swasta, pedagang, nelayan dan juga petani.
Berdasarkan agama yang dianut, data Kementerian Dalam Negeri 2020 mencatat penduduk Melonguane memiliki beragama agama yang dianut. Adapun persentasi penduduk berdasarkan agama yang dianut ialah Kristen sebanyak 94,62% di mana Protestan 91,76% dan Katolik 2,86%. Kemudian Islam 5,27%, Hindu 0,06%, Kepercayaan 0,04% dan Buddha 0,01%.[3] Sementara untuk rumah ibadah, terdapat 13 gereja Protestan, 3 gereja Katolik, 1 masjid dan 2 musholah.[1]
Pariwisata
Pada sektor pariwisata Kecamatan Melonguane Memiliki Keunggulan Yang sangat Besar Mulai dari Pariwisata Alam dan Buatan Manusia berikut adalah beberapa Tempat wisata yang ada di Kecamatan Melonguane: