McDonnell Douglas MD-90 adalah pesawat jet komersial bermesin ganda, berjarak pendek hingga menengah, satu-lorong. MD-90 dikembangkan dari seri MD-80. Perbedaan dari MD-80 termasuk bahan bakar lebih efisien dari mesin International Aero Engines V2500 dan badan pesawat yang lebih panjang lagi. MD-90 memiliki kapasitas tempat duduk hingga 172 penumpang dan diperkenalkan ke layanan dengan Delta Air Lines pada tahun 1995.
MD-90 dan selanjutnya MD-95/Boeing 717 adalah turunan dari MD-80 yang, itu sendiri, adalah turunan pesawat komersial yang diperkenalkan pada tahun 1980 dari DC-9 .
Pengembangan
Douglas mengembangkan DC-9 pada awal 1960an sebagai pendamping Douglas DC-8 yang lebih besar.[1] DC-9 menggunakan desain baru dibandingkan DC-8, menggunakan dua mesin yang dipasang di badan bagian belakang, dan lebar pesawat memungkinkan memasang 5 kursi per baris dengan kapasitas pesawat sebesar 80 hinga 135 penumpang.
Generasi kedua dari DC-9 pada awalnya dinamakan DC-9-80 namun kemudian diganti menjadi MD-80[2] dan mulai beroperasi pada tahun 1980. McDonnell Douglas mulai mengembangkan varian ang lebih pendek dari MD-80 pada tahun 1983, pengembangan tersebut kemudian dikenal sebagai MD-90. Selama beberapa tahun, McDonnell Douglas berwacana menggunakan mesin propfan untuk MD-90.[3] Namun, minat untuk pesawat bermesin propfan cenderung minim sehingga McDonnell Douglas memilih untuk menggunakan mesin turbofan IAE V2500,[4][5] yang sebelumnya sudah digunakan untukAirbus A320.[6]
MD-90 dilincurkan pada 14 November 1989 dengan Delta Air Lines memesan 50 MD-90 dengan opsi lanjutan sebanyak 110 pesawat.[4][7] MD-90 pertama kali terbang pada 22 Februari 1993 dan Delta menerima pesawat pertamanya pada Februari 1995.[8]
Setelah merger Boeing dan McDonnell Douglas pada tahun 1997, tidak ada pesanan MD-90 yang diterima akibat dari adanya kompetisi internal dengan Boeing 737.[9] Delta Air Lines had initially placed a large order for the MD-90 to replace some aging Boeing 727s. Setelah merger Boeing dan McDonnell Douglas, Delta membatalkan pesanan 19 MD-90 yang belum diproduksi dan memilih untuk memesan Bpeong 737-800.[9][10] Sebanyak 40 MD-90 direncanakan diproduksi di Shanghai, Tiongkok dalam program Trunkliner,[11][12] tetapi keputusan Boeing untuk menghentikan program MD-90 membuat hanya dua pesawat yang diproduksi di Shanghai.[13]
Pengguna
Semua pesawat MD-90 sudah pensiun dengan pesawat terakhir berhenti beroperasi pada tahun 2000 bersama Delta Air Lines.[14]