Maya Joint meraih gelar pertamanya di Sirkuit ITF pada turnamen Gold Coast Tennis International 2023 di kategori ganda, berpasangan dengan Roisin Gilheany.[2]
2025: Gelar WTA pertama
Maya Joint memulai karier profesionalnya pada tahun 2025 dengan awal yang solid, mengalahkan Maddison Inglis di Brisbane International sebelum kalah dari unggulan ke-10 Victoria Azarenka. Dia kemudian mencapai semifinal WTA pertamanya di Hobart International, mencatat kemenangan pertamanya atas Magda Linette yang berada di peringkat 50 besar, dan melanjutkan ke semifinal sebelum kalah dari Elise Mertens. Joint mendapatkan wildcard untuk babak utama Australia Terbuka 2025 tetapi dikalahkan oleh Jessica Pegula di babak pertama.
Di nomor ganda, Joint meraih gelar WTA 125 pertamanya di Cancún Terbuka bersama partnernya Taylah Preston. Di nomor tunggal, ia masuk ke peringkat 100 besar setelah lolos kualifikasi dan memenangkan turnamen Mérida Terbuka. Ia membuat kesan yang kuat di turnamen WTA 500 dengan mengalahkan petenis peringkat 20 dunia Donna Vekić untuk mencapai perempat final pertamanya, kemudian masuk ke peringkat 85 besar meskipun kalah di babak berikutnya. Ia lolos ke turnamen Indian Wells tetapi tersingkir di babak pertama oleh Sorana Cîrstea.
Joint juga memulai debutnya untuk Australia di Piala Billie Jean King, memenangkan pertandingan penting melawan Kolombia meskipun timnya tidak berhasil melaju ke babak selanjutnya. Di lapangan tanah liat, ia mencetak sejarah sebagai petenis Australia termuda yang memenangkan pertandingan WTA 1000 di Madrid Terbuka, memecahkan rekor Ashleigh Barty, tetapi kalah di babak kedua. Ia juga berpartisipasi di Italia Terbuka, di mana ia dikalahkan oleh Emma Raducanu di babak pertama.
Mei menjadi bulan yang penuh kejutan saat Joint memenangkan gelar tunggal Tur WTA pertamanya di Maroko Terbuka,[8] sekaligus merebut gelar ganda di ajang yang sama. Kemenangan ini membantunya naik ke peringkat tertinggi dalam kariernya, yaitu peringkat ke-53 di nomor tunggal dan peringkat ke-107 di nomor ganda. Dia memulai debutnya di Prancis Terbuka 2025, tetapi kalah di babak awal. Beralih ke lapangan rumput, dia memenangkan Eastbourne Terbuka[9] setelah mengalahkan para pemain top dan menyelamatkan beberapa match point di final untuk merebut gelar tunggal keduanya. Tiga hari kemudian, dia melakukan debutnya di babak utama kejuaraan Wimbledon, kalah dari unggulan ke-19 Liudmila Samsonova di babak pertama.