Prostesis visual, yang sering disebut sebagai mata bionik, adalah perangkat visual eksperimental yang dimaksudkan untuk memulihkan penglihatan fungsional pada mereka yang mengalami kebutaan sebagian atau total. Banyak perangkat telah dikembangkan, biasanya dimodelkan pada implan koklea atau perangkat telinga bionik, jenis prostesis saraf yang digunakan sejak pertengahan 1980-an. Gagasan menggunakan arus listrik (misalnya, merangsang retina atau korteks visual secara elektrik) untuk memberikan penglihatan muncul sejak abad ke-18, yang dibahas oleh Benjamin Franklin,[1]Tiberius Cavallo,[2] dan Charles LeRoy.[3]
↑Dobelle, Wm. H. (January 2000). "Artificial Vision for the Blind by Connecting a Television Camera to the Visual Cortex". ASAIO Journal. 46 (1): 3–9. doi:10.1097/00002480-200001000-00002. PMID10667705.