Film ini menceritakan tentang seorang wanita bernama Alia (Jessica Mila). Yang mana setelah kedua orang tuanya meninggal dirinya memutuskan untuk meninggalkan Bangkok dan kembali ke Jakarta. Ia dan adiknya yang bernama Abel (Bianca Hello), pindah ke sebuah rumah tempat mereka tinggal diwaktu kecil, yang mana rumah tersebut jauh dari tengah kota. Namun Abel yang sering bersikap aneh dan juga ketakutan, dirinya tak menyukai rumah itu. Katanya, di dirumah itu ada ‘yang lain’ selain mereka berdua.[3]
Alia dan Davin (Denny Sumargo), yaitu pacar Alia yang selalu menemani Alia, tak pernah sedikitpun menghiraukan Abel. Akan tetapi sikap Abel dari hari kehari semakin mengkhawatirkan. Alia berniat untuk membawa Abel ke seorang psikiater. Namun Abel menolak dan bilang kalau dirinya dapat melihat ‘mereka yang telah mati’ dikarenan mata batinnya sudah terbuka semenjak dirinya kecil.[3]
Abel kemudian mengajak Alia untuk menemui Bu Windu (Citra Prima), yaitu seorang paranormal yang selama ini telah membantu Abel. Ia Ingin membuktikan pada Alia tentang semua hal yang baginya tak masuk akal tersebut, Alia kemudian meminta Bu Windu agar mata batinnya dibuka. Dan setelah terbuja mata batinya perlahan-lahan, Alia pun mulai sering mengalami kejadian-kejadian yang tak biasa. Dirinya mulai melihat sosok yang tak dapat dilihat oleh orang lain, dan juga kehadiran ‘orang-orang’ yang meminta tolong kepadanya.[3]
Akan tetpi mereka yang telah berada di rumah Alia mengganggunya, bahkan sampai menyakitinya. Energi mereka begitu negatif sehingga dapat membahayakan Alia dan juga Abel. Tanpa memiliki tempat tinggal lain, mereka terpaksa menetap disana dan mereka meminta bantuan Bu Windu.[3]
Tukang kebun di rumah Alia dan Abel Yg telah membunuh Keluarga Sumarno (penghuni pertama rumah Alia dan Abel) Membenci Alia karena mengira Alia telah membunuhnya tetapi sesungguhnya saat itu Alia sedang dirasuki oleh arwah istri Sumarno yang berniat membunuh Asep Pernah menyusup ke rumah Sumarno untuk mencuri barang-barang berharga milik Sumarno
Arwah anak kecil yang mengajak Alia mengobrol di rumah sakit
Agus Julian
Sumarno
Penghuni pertama rumahnya Alia dan Abel yang mati dibunuh Asep Menghantui rumahnya Alia dan Abel bersama istri dan anaknya
Asri Handayani
Istri Sumarno
Mati dibunuh Asep bersama suami dan anaknya Merasuki Alia dan membunuh Asep menggunakan tubuhnya Alia
Produksi
Film ini digarap oleh Rocky Soraya selaku sutradara sekaligus produser bersama Mohan Nankani dan Raam Soraya. Skenario film ini ditulis oleh Riheam Junianti dan Fajar Umbara. Luna Maya terlibat sebagai perancang kostum. Musik digarap oleh Nara Anindyaguna dan Randy "Nidji" Danistha serta Yonna Kairupan sebagai special effects makeup artist.
Film ini memperoleh 131.061 penonton pada dua hari penayangannya.[8] Setelah penayangannya selama lebih dari dua minggu, film ini memperoleh lebih dari 1 juta penonton. Sampai dengan berakhirnya masa tayang, film Mata Batin menduduki peringkat ke-8 sebagai film Indonesia terlaris di tahun 2017 dan telah disaksikan oleh 1.282.557 penonton Indonesia.
Tanggapan
Dalam situs Riza PahleviDiarsipkan 2017-12-05 di Wayback Machine., film ini mendapatkan tanggapan yang positif. Film ini memperoleh empat bintang lebih dari lima bintang. Riza Pahlevi sebagai penulis menuliskan: "Mata Batin adalah film terbaik Hitmaker Studios dan Rocky Soraya. Semua aspeknya tergarap dengan baik. Cerita yang sudah jauh lebih matang, teknis yang semakin ‘liar’ bereksplorasi. Mata Batin menjadi salah satu film horor terbaik tahun ini".[9]
Berbeda dengan situs Riza Pahlevi, dalam situs Duniaku Network film ini mendapatkan tanggapan yang negatif. Film ini memperoleh skor film sebesar 50%. Lazuardi Pratama sebagai penulis dalam situs tersebut menuliskan bahwa "Mata Batin ini terlihat menjanjikan dengan setup dan make-up hantu yang seram pada awalnya, tetapi lama-kelamaan capek juga karena ditakuti pakai jumpscare nonstop".[10]