Seorang calon mahasiswa MFA biasanya memiliki gelar sarjana sebelum pendaftaran, namun banyak institusi tidak mewajibkan jurusan sarjana calon tersebut selaras dengan jalur studi yang diusulkan dalam program MFA. Persyaratan penerimaan sering kali terdiri dari portofolio sampel karya seni atau audisi pertunjukan.[10][11][12][13]
Perbandingan dengan gelar terkait
Master of Fine Arts berbeda dari Master of Arts dalam hal MFA, meskipun tetap merupakan program akademik, berfokus pada praktik artistik profesional dalam bidang tertentu, sedangkan program-program yang mengarah pada gelar MA biasanya berpusat pada studi ilmiah, akademik, atau kritis terhadap bidang tersebut. Selain itu, di Amerika Serikat, MFA biasanya diakui sebagai gelar terminal bagi praktisi seni rupa, desain, tari, fotografi, teater, film/video, media baru, dan penulisan kreatif, yang berarti gelar ini dianggap sebagai gelar tertinggi di bidangnya, sehingga memenuhi syarat bagi seseorang untuk menjadi profesor di tingkat universitas dalam disiplin ilmu tersebut.
↑Bukalski, Peter J.; Barbier, Annette (2000). "The University Film and Video Association Guidelines for MFA Programs". Journal of Film and Video. 52 (1). University Film and Video Association (UFVA): 33–47. JSTOR20688233.
↑"Brooklyn College". Brooklyn.cuny.edu. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 April 2015. Diakses tanggal 24 April 2015.
↑Bukalski, Peter J.; Barbier, Annette (2000). "The University Film and Video Association Guidelines for MFA Programs". Journal of Film and Video. 52 (1). University Film and Video Association (UFVA): 33–47. JSTOR20688233.
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.