Masjid Salah Bey merupakan salah satu masjid di Konstantinopel.[1] Pembangunannya tercatat melalui prasasti pada panel batu pualam di pintu masuk selatan yang menunjukkan tahun 1776.[1]Bangunan ini didirikan pada masa pemerintahan Salah Bey dan kemudian mengalami penambahan serambi eksterior pada tahun 1852. Beberapa ruang pada bagian depan masjid digunakan sebagai tempat audiensi serta sekolah Al-Qur’an.
Sejarah
Masjid Salah Bey dibangun pada masa pemerintahan Kesultanan Utsmaniyah di wilayah Aljazair oleh Salah Bey ben Mostefa, penguasa Beylik Konstantinus yang memerintah dari tahun 1771 hingga 1792.[2] Pendirian masjid ini merupakan bagian dari pembangunan fasilitas keagamaan dan pendidikan yang dilakukan oleh otoritas lokal pada abad ke-18.
Tanggal pembangunan masjid tercatat melalui prasasti pada panel batu pualam yang terletak di pintu masuk selatan. Prasasti tersebut menunjukkan tahun 1776 sebagai waktu pendirian bangunan.[1] Keberadaan prasasti ini menjadi salah satu sumber utama penentuan kronologi pembangunan masjid.
Pada masa itu, Konstantinus merupakan pusat administrasi penting dalam struktur pemerintahan Ottoman di Afrika Utara. Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang kegiatan pendidikan dan sosial. Kehadiran ruangan untuk pengajaran Al-Qur’an menunjukkan bahwa bangunan ini memiliki peran dalam kegiatan pendidikan keagamaan bagi masyarakat setempat.
Masjid didirikan di kawasan perkotaan yang terhubung dengan jaringan jalan utama serta berdekatan dengan Madrasah Sidi al-Kettani. Kedekatan ini mencerminkan pola tata ruang kota pada periode Ottoman, di mana masjid, lembaga pendidikan, dan kegiatan sosial masyarakat sering berada dalam satu lingkungan yang sama.
Dalam perkembangannya, bangunan ini mengalami beberapa perubahan. Pada tahun 1852 ditambahkan serambi luar di bagian depan masjid. Ruang tambahan tersebut digunakan sebagai area penerima serta tempat kegiatan pendidikan Al-Qur’an. Meskipun mengalami penyesuaian, fungsi utama masjid sebagai tempat ibadah tetap dipertahankan.[3]
Masjid Salah Bey kemudian menjadi salah satu bangunan keagamaan penting dari periode Ottoman di Konstantinus. Struktur arsitekturnya yang masih mempertahankan unsur tradisional mencerminkan perpaduan antara pengaruh arsitektur Ottoman dan tradisi bangunan lokal di kawasan Afrika Utara.[2]
Arsitektur
Bangunan masjid berbentuk persegi panjang dan dibangun dari batu dengan atap genting terakota. Sebuah menara silindris dengan puncak runcing bergaya “ujung pensil” berdiri di sudut mata angin. Masjid memiliki tiga fasad yang menghadap jalan, sedangkan sisi utara berbatasan dengan Madrasah Sidi al-Kettani. Fasad barat menampilkan deretan lengkungan buta pada lantai dasar dan jendela lengkung setengah lingkaran pada lantai atas. Fasad selatan menonjolkan pintu masuk utama dengan dekorasi prasasti batu pualam yang memuat tahun pembangunan.[1]
Halaman terbuka terletak di bagian depan dan dikelilingi serambi lengkung dengan air mancur di tengah. Dari halaman, sebuah koridor menghubungkan ruang pengajaran Al-Qur’an dengan pintu masuk lain pada sisi timur. Pada dinding utara halaman terdapat ceruk setengah lingkaran yang diapit tangga batu pualam menuju ruang salat di lantai atas, sementara ruang wudu berada di bawah tangga dalam ruang berkubah rendah.[3]
Ruang Salat dan Tata Ruang
Ruang salat terletak di lantai atas dan diakses melalui lima pintu kayu berukir dari galeri yang mengelilingi halaman. Ruangan ini memiliki lima lengkungan sejajar dinding kiblat yang dipotong lorong tengah menuju mihrab. Lengkungan ditopang kolom batu pualam putih, sedangkan lorong tengah ditutup tiga kubah segi delapan di atas drum dan squinch beralur. Dinding ruang salat dilapisi keramik, sementara mihrab dihiasi ukiran plester dan mimbar batu pualam berada di sisi kanannya.[4]
Sebuah galeri kayu untuk jemaahperempuan menghadap dinding kiblat dan diakses melalui dua tangga spiral dari besi tempa. Galeri tersebut dilengkapi dikka kecil yang digunakan untuk menyampaikan ulang bacaan imam. Denah masjid mengikuti tipe Anatolia dengan susunan galeri yang terbagi menjadi sembilan bagian dan ditutup sejumlah kubah. Bagian tengah ruang ditutupi kubah berbentuk tapal kuda dengan delapan jendela pada lengkungan tinggi. Tata ruang ini tergolong jarang ditemukan dan memiliki kemiripan dengan beberapa masjid di kawasan Afrika Utara dan Timur Tengah.
Galeri
Masjid ini memiliki menara tinggi dengan jam di bagian atas serta kubah besar di tengah bangunan. Pada bagian depan terlihat deretan lengkungan (arkade) yang membentuk serambi panjang.
Pada bagian tengah halaman terlihat foto sebuah masjid berwarna putih dengan arsitektur bergaya Islam klasik, memiliki menara (minaret), menara jam, serta deretan lengkungan pada bagian depan bangunan.
↑Belakehal, Azeddine; Aoul, Kheira Tabet; Farhi, Abdallah (2015), "Daylight as a Design Strategy in the Ottoman Mosques of Tunisia and Algeria", International Journal of Architectural Heritage, 10 (6), Taylor & Francis: 42, doi:10.1080/15583058.2015.1020458, Table 1: The studied corpus of Ottoman mosques in Tunisia and Algeria, No: 16, Mosque: Salah Bey, Date: 1791-1792, City: Annba, Country: Algeria