Sejarah
Konstruksi dan Pembiayaan
Pintu masuk terbuat dari kayu ek, dengan perangkat keras dari perunggu, dilengkapi dengan ukiran kayu eucalyptus dan lambang bulan sabit dengan bintang di atasnya.
Keputusan untuk membangun masjid ini kembali mencuat secara lebih konkret setelah Pertempuran Verdun, ketika Société des Habous diberi tanggung jawab untuk membangunnya. Asosiasi ini, yang didirikan pada tahun 1917, bertujuan untuk menyelenggarakan ibadah haji tahunan ke Mekah bagi penduduk Afrika Utara dan memastikan bahwa para jemaah mematuhi peraturan keselamatan dan kebersihan selama perjalanan mereka ke Hijaz.[1][2][3][4]
Masjid Raya Paris didanai oleh negara Prancis sesuai dengan undang-undang tanggal 19 Agustus 1920, yang memberikan subsidi sebesar 500.000 franc untuk pembangunan sebuah Institut Muslim yang terdiri dari masjid, perpustakaan, serta ruang pertemuan dan ruang studi.[3][5] Namun, undang-undang 19 Agustus 1920 tersebut melanggar Undang-Undang Prancis tahun 1905 tentang Pemisahan Gereja dan Negara yang menetapkan sifat sekuler pemerintahan, dan yang turut ditandatangani oleh tokoh-tokoh seperti Edouard Herriot dan Aristide Briand.
Masjid ini dibangun di lokasi bekas Rumah Sakit Amal (Pitié-Salpêtrière Hospital) dan bersebelahan dengan Jardin des Plantes. Batu pertama diletakkan pada tahun 1922. Proyek pembangunan diselesaikan oleh Robert Fournez, Maurice Mantout, dan Charles Heubès berdasarkan rancangan Maurice Tranchant de Lunel.[6] Masjid ini dibangun dengan gaya arsitektur Moorish Revival, dan menaranya memiliki tinggi 33 meter (108 kaki).