Masjid Mungsolkanas terletak di Gang Mama Winata, Jalan Cihampelas RT 02 RW 05, Kelurahan Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung.[1]
Masjid Mungsolkanas, yang didirikan pada tahun 1869, merupakan masjid tertua di Kota Bandung. Meski telah berusia 155 tahun, namanya mungkin belum terlalu dikenal luas oleh sebagian masyarakat.[1]
Sejarah
Pendiri Masjid Mungsolkanas adalah seorang ulama kharismatik bernama Kiai Haji Abdulrohim, atau yang masyarakat setempat lebih mengenalnya sebagai Mama Aden.[2]
Masjid Mungsolkanas berbeda dengan masjid pada umumnya di Indonesia yang cenderung menggunakan nama dari bahasa Arab, Masjid Mungsolkanas memiliki keunikan karena namanya diambil dari akronim bahasa Sunda. "Mungsolkanas" merupakan singkatan dari kalimat "Mangga Urang Ngaos Sholawat Ka Kanjeng Nabi SAW". Filosofi penamaan ini merujuk pada ajaran dalam kitab Tankibulkaul, yang menekankan bahwa umat yang senantiasa melantunkan serta mengamalkan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW akan mendapatkan jaminan doa yang dikabulkan oleh Allah SWT.[2]
Pada masa pembangunannya, arsitektur Masjid Mungsolkanas jauh berbeda dengan kondisinya saat ini. Bangunan aslinya berbentuk rumah panggung berbahan bilik yang hanya terdiri dari satu lantai, dengan area kolam di bagian bawahnya. Kini, area kolam tersebut telah beralih fungsi menjadi ruang perkantoran untuk operasional masjid.[2]
Artefak
Walaupun arsitektur bangunan telah mengalami transformasi, Masjid Mungsolkanas tetap menjaga sejumlah peninggalan bersejarah. Salah satu artefak penting yang masih terawat adalah kitab Al-Qur'an tulisan tangan oleh Mama Aden, yang kini dipamerkan di dalam etalase kaca di area lantai dua masjid.[3]
Peninggalan bersejarah lainnya adalah batu hitam besar di depan pintu masuk masjid. Batu tersebut mencantumkan informasi pembangunan masjid dengan tulisan, 'Masjid Mungsolkanas/ Berdiri Tahun 1869/ Mangga Urang Ngaos Sholawat ka Kanjeng Nabi SAW.'[3]