Gereja Parekklesion dari Pammakaristos (Museum Fethiye).
Gereja Pammakaristos, yang juga dikenal dengan sebutan Gereja Theotokos Pammakaristos (bahasa Yunani:Θεοτόκος ἡ Παμμακάριστοςcode: grc is deprecated code: el is deprecated , "Bunda Allah Yang Diberkati Semua Orang"), yang pada 1591 dialihkan menjadi sebuah masjid dan dikenal dengan sebutan Masjid Fethiye (bahasa Turki:Fethiye Camiicode: tr is deprecated , "masjid penaklukan") dan sekarang menjadi sebuah museum, adalah salah satu gereja Bizantium paling terkenal di Istanbul, Turki. Parekklesion, di samping menjadi salah satu contoh paling berpengaruh dari arsitektur Palaiologan di Konstantinopel, dan bangunan pra-Utsmaniyah terakhir yang menjadi rumah Kepatriarkan Ekumenikal, juga memiliki jumlah mozaikBizantium terbesar di Istanbul setelah Hagia Sophia dan Gereja Chora.
St. Gregorius sang IluminatorPemandangan kubah tengah parekklesion dengan Kristus Pantokrator dikelilingi oleh nabi-nabi Perjanjian LamaMozaik yang menggambarkan YesusMozaik Santo AntoniusFragmen-fragmen dari Gereja tersebut, yang disimpan di Museum Arkeologi Istanbul
Menurut sebagian besar sarjana, gereja tersebut dibangun antara abad kesebelas dan keduabelas. Beberapa sejarawan dan arkeolog memercayai bahwa struktur asli dari gereja tersebut diatributkan kepada Mikael VII Ducas (1071–1078).[1] Gereja tersebut juga diyakini oleh sarjana dan pakar Bizantium Swiss Ernest Mamboury bahwa bangunan aslinya didirikan pada abad ke-8.[2]
Lima tahun kemudian, Sultan UtsmaniyahMurad III mengalihkan gereja tersebut menjadi sebuah masjid dan mengganti namanya dalam menghormati Fetih-nya (Penaklukan) terhadap Georgia dan Azerbaijan, dengan nama Fethiye Camii.
Mamboury, Ernest (1933). Byzance - Constantinople - Istanbul (dalam bahasa French) (Edisi 3). Istanbul: Milli Neşriyat Yurdu. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
Mathews, Thomas F. (1976). The Byzantine Churches of Istanbul: A Photographic Survey. University Park: Pennsylvania State University Press. ISBN0-271-01210-2.