Pada tahun 1910-an, orang Bulgaria mengubah masjid ini menjadi sebuah gereja dan menghancurkan sebagian minaret. Bangunan itu dikembalikan ke minoritas Muslim pada tahun 1919, di bawah pemerintahan Prancis Komotini. Kemudian pada saat itu, minaret yang dihancurkan dan dua balkon telah dibangun kembali.[3][4]