H. Masfuk, S.H. (lahir Lamongan, 6 Juni 1962) adalah mantan bupati Lamongan. Ia menjabat selama dua periode, yaitu periode 1999-2004 dan periode 2004-2009. Pada tahun 2008, ia dinobatkan sebagai bupati terbaik se-Indonesia di bidang perdagangan, pariwisata, dan investasi oleh Regional Trade di forum Indonesian Regional Investment Forum (IRIF).[1]
Sebelum menjadi bupati, Masfuk terlebih dahulu menjabat sebagai Direktur Utama EKA Group sehingga ia memiliki latar belakang pengusaha. Pada awal jabatannya sebagai bupati, ia membuat program penanaman sejuta pohon jati-emas di desa-desa Kabupaten Lamongan. Lalu, ia juga membuat program mengubah eceng gondok menjadi pupuk pertanian dan berhasil bekerja sama dengan PT Petrokimia Gresik untuk program ini.[1]
Kemudian, Masfuk juga membangun Wisata Bahari Lamongan (WBL) yang bertujuan untuk memperkenalkan primadona wisata air di Jawa Timur. Pada bidang investasi, ia dapat membuat program pembangunan Lamongan Integrated Shorebase (LIS) yang bertujuan menyediakan pusat logistik terpadu bertaraf internasional di Tanjung Pakis. Pusat logistik ini bisa melayani industri migas yang beroperasi di Jawa Timur dan Indonesia Timur dengan konsep one stop hypermarket.[1]
Lebih lanjut, Masfuk juga dapat mengubah wilayah pantai utara Lamongan di Kecamatan Paciran menjadi kawasan industri, pelabuhan, perdagangan, dan pariwisata. Ia mampu menarik investor bergabung dalam konsorsium LIS membangun Lamongan, seperti PT Panca Wira Usaha (PWU) Jatim dan perusahaan asal Singapura.[1]
Penghargaan
Bupati Terbaik se-Indonesia dalam Penghargaan RTTI (Regional Trade Tourism and Investment) Award 2008
Pembina Olah Raga Terbaik se-Jatim (SIWO PWI JATIM) pada tahun 2001
Widya Krama Pratama dari Presiden Megawati Soekarnoputri (Bidang Pendidikan) pada tahun 2002
Manggala Karya Bakti Husada dan Kesatria Bakti Husada dari Presiden Megawati (Bidang Kesehatan) pada tahun 2003
Pencetus Pendidikan Anak Dini Usia (PADU) dari Presiden pada 2004