Martin Krebs (lahir 2 November 1956) adalah seorang prelatus Gereja Katolik Jerman yang mengabdi dalam penugasan diplomatik Takhta Suci sejak 1991. Ia menjadi uskup agung sejak 2008 saat ia menerima beberapa jabatan pertamanya sebagai nunsius kepausan.
Biografi
Martin Krebs lahir di Essen, Jerman, pada 2 November 1956. Ia menerima penahbisan imamat disana pada 10 Oktober 1983. Ia masuk penugasan diplomatik Takhta Suci pada 1 Juli 1991, dan memegang jabatan di Burundi, Jepang, Austria, Republik Ceko, Komunitas Eropa dan Amerika Serikat.[1]
Ia dapat bertutur dalam bahasa Inggris, Italia, Prancis, Spanyol dan Ceko.
Karir diplomatik
Pada 8 September 2008, Paus Benediktus XVI mengangkatnya menjadi uskup agung titulerTaborenta dan Nunsius Apostolik untuk Guinea dan Mali.[1] Ia menyambut penugasan tersebut, menyebtu Guinea sebagai "negara mayoritas Islam dimana Islam tak hidup secara fanatik".[2]
Pada 8 Mei 2013, Paus Fransiskus mengangkatnya menjadi Nunsius Apostolik untuk Selandia Baru, Kepulauan Cook, Kiribati, Palau, dan Mikronesia, serta Delegasi Apostolik untuk Samudra Pasifik.[3] Ia menerima penahbisan episkopal dari Kardinal Tarcisio Bertone pada 16 November. Pada 23 September, Fransiskus menambahkan Fiji, Samoa dan Vanuatu pada penugasannya.[4] Pada 18 Januari 2014, ia juga ditambahi Tonga pada penugasannya.[5] Pada 3 Mei, ia ditambahi Kepulauan Marshall dan Nauru pada penugasannya.[6] Saat memenuhi serangkaian penugasannya, ia menggunakan Wellington, Selandia Baru, sebagai markasnya.[7] Pada beberapa kesempatna, ia memainkan peran dalam perkara ketegangan Keuskupan Agung Agaña di Guam, dengan tujuan menyelesaikan pihak yang bersengketa pada 2014,[8] menerima laporan bahwa Uskup Agung Anthony Apuron telah melecehkan seorang anak laki-laki beberapa tahun sebelumnya pada 2015,[9] dan berupaya tanpa kesuksesan untuk membujuk Apuron untuk mengundurkan diri pada 2016.[10]
Pada 16 Juni 2018, Paus Fransiskus mengangkat Krebs menjadi Nunsius Apostolik untuk Uruguay.[11][7]
Dengan kemungkinan pengakuan pernikahan sesama jenis di Liechtenstein|pernikahan sesama jenis di Liechtenstein]], Krebs dikabarkan menolak untuk terlibat dalam pergesekan antara Uskup Agung Wolfgang Haas dan Landtag, dengan berkata agar Haas dan para anggota parlemen menyelesaikan konflik tersebut, “Aku tak melihat dasar bagi Takhta Suci untuk campur tangan."[13]
Pada 19 April 2024, Paus Fransiskus mengangkatnya menjadi Nunsius untuk Monako.[14]
Referensi
12"Rinunce e Nomine, 08.09.2008" (Press release) (dalam bahasa Italia). Holy See Press Office. 8 September 2008. Diakses tanggal 5 April 2019.