Marthen Ekowaibi Kuayo lahir pada 9 Januari 1967 di Kampung Timeepa, Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua Tengah, dari pasangan Donatus Kuayo (alm.) dan Kornelia Kotouki. Ia merupakan anak kedua dari sepuluh bersaudara. Sejak kecil, ia dibesarkan dalam keluarga Katolik yang sederhana dengan nilai kekeluargaan yang kuat, yang turut membentuk panggilannya sebagai imam Katolik.[3]
Rumah kelahirannya di Timeepa hingga kini masih dipertahankan oleh masyarakat setempat. Rumah tersebut memiliki nilai historis karena pada masa lalu pernah menjadi tempat tinggal para misionaris Katolik asal Belanda yang pertama kali mewartakan Injil di wilayah Dogiyai.[4]
Pendidikan dan formasi imamat
Kuayo menempuh pendidikan dasar di SD YPPK Santa Maria Timeepa, kemudian melanjutkan ke SMP YPPK Santo Fransiskus Asisi Moanemani dan SMA Taruna Dharma Jayapura.
Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, ia mengikuti Tahun Orientasi Rohani (TOR) atau masa novisiat di Seminari Tinggi selama satu tahun, kemudian melanjutkan studi Filsafat (Tingkat I Seminari Tinggi) selama kurang lebih dua hingga tiga tahun. Setelah itu, ia menjalani Tahun Orientasi Pastoral selama satu tahun sebelum menempuh studi Teologi (Tingkat II Seminari Tinggi) selama empat tahun.
Ia ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1997 di Gereja Katolik Paroki Santo Petrus dan Paulus Argapura, Keuskupan Jayapura.[5]
Riwayat karya
1997–2004: Melayani di Keuskupan Jayapura sebelum pembentukan Keuskupan Timika (7 tahun).[6]
2004–2019: Vikaris Jenderal Keuskupan Timika dan Pastor Dekenat Paniai (15 tahun).[7]