Bertrand memperoleh gelar BA di bidang ekonomi dan gelar M.Sc. di bidang ekonometrika dari Universitas Bebas Brussels pada tahun 1991 dan 1992. Setelah itu, ia meraih gelar Ph.D. di bidang ekonomi di Universitas Harvard
Karier
Setelah menyelesaikan studinya pada tahun 1998, Marianne Bertrand memulai karier akademiknya sebagai asisten profesor bidang ekonomi dan urusan publik di Woodrow Wilson School of Public and International Affairs, Universitas Princeton. Pada tahun 2000, ia bergabung dengan Booth School of Business, Universitas Chicago, dan di institusi tersebut ia dipromosikan menjadi profesor penuh pada tahun 2003. Kemudian, ia menjabat sebagai Profesor Ekonomi Fred G. Steingraber/AT Kearney dan Profesor Ekonomi Chris P. Dialynas.[3]
Selain peran akademisnya, Bertrand menjalin afiliasi dengan berbagai lembaga penelitian internasional. Ia merupakan anggota Dewan Direksi dan ketua bersama sektor Pasar Tenaga Kerja di Abdul Latif Jameel Poverty Action Lab (J-PAL), serta berafiliasi dengan Russell Sage Foundation, IZA Institute of Labor Economics (IZA), National Bureau of Economic Research (NBER), dan Centre for Economic Policy Research (CEPR).
Di Universitas Chicago, Bertrand juga berperan sebagai Direktur Fakultas di Inclusive Economy Lab yang merupakan bagian dari Urban Labs, serta di Booth Rustandy Center for Social Sector Innovation, yang berfokus pada pengembangan dampak sosial. Selain itu, ia pernah menjabat dalam dewan editorial sejumlah jurnal akademik bergengsi, termasuk American Economic Review, Quarterly Journal of Economics, American Economic Journal: Applied Economics, Economic Journal, dan Journal of the European Economic Association.
Riset
Minat penelitian Marianne Bertrand mencakup bidang metodologi ekonometrika, ekonomi ketenagakerjaan, tata kelola perusahaan, serta ekonomi pembangunan. Karya ilmiahnya yang paling banyak dikutip adalah artikel tahun 2004 yang ditulis bersama Esther Duflo dan Sendhil Mullainathan berjudul "How Much Should We Trust Differences-in-Differences Estimates?" [1]. Dalam sebagian besar penelitiannya, Bertrand kerap menggunakan pendekatan eksperimen ekonomi dan sering berkolaborasi dengan Mullainathan sebagai rekan penulis.
Menurut basis data IDEAS/RePEc, pada September 2018 Bertrand menempati peringkat ke-157 dari 54.233 ekonom terdaftar (termasuk dalam 0,3% teratas) [2], serta menempati peringkat ke-5 dari 10.406 ekonom perempuan (0,05% teratas) [3]. Hingga Agustus 2024, peringkatnya meningkat menjadi posisi ke-83 secara keseluruhan.[4]