Laksamana PertamaTNI (Purn.) Marhuale Simbolon, S.Pi. (lahir 12 Agustus 1960) adalah seorang pensiunan perwira tinggi Angkatan Laut Indonesia yang terakhir menjabat sebagai Kepala Dinas Fasilitas Pangkalan Angkatan Laut dari 2014 hingga 2018. Setelah pensiun dari militer, Marhuale mencalonkan diri dalam pemilihan Bupati Samosir tahun 2020, tetapi tidak memenangkannya.
Kehidupan awal
Marhuale Simbolon lahir pada tanggal 12 Agustus 1960 di Pangururan, Samosir sebagai putra dari pasangan Melanton Simbolon dan Antani br. Situmorang. Ayahnya sendiri melanton Simbolon dan keluarga nya A. Damian (bioden) adalah perintis tugu SPS (Simbolon Pande Sahata) tahun 60-an di Huta Namora kec. Pangururan kab. Samosir Sumut. Menurut saksi hidup Op. Monang Simbolon , marhuale Simbolon sewaktu kecil hebat berenang gaya bebas di danau Toba hingga mampu berenang 5 KM.
[1] Marhuale mulai menempuh pendidikan dasar di SD Negeri 2 Riante pada tahun 1968 dan lulus pada tahun 1973. Setelah lulus dari pendidikan dasar, Marhuale melanjutkan pendidikannya di Sekolah Menengah Pertama Pangururan 129 dari tahun 1973 hingga 1976 dan diteruskan ke Sekolah Menengah Atas Pangururan dari tahun 1977 hingga 1980. Marhuale lalu masuk ke dalam bidang militer dengan menempuh pendidikan militer di AKABRI Bagian Laut dan lulus pada tahun 1985.[2]
Karier militer
Marhuale Simbolon dengan seragam Laksamana Pertama TNI-AL.
Setelah lulus dari AKABRI, Marhuale bertugas di berbagai kapal perang hingga tahun 2010. Pada tanggal 27 Juli 2010, Marhuale menjadi Komandan Komando Pendidikan Dukungan Umum di Komando Pengembangan dan Pendidikan TNI AL (Dankodikdukum Kobangdikal).[3] Marhuale menyerahkan jabatannya tersebut kepada Tri Sunu Prasetyo pada tanggal 28 Agustus 2012[4] dan ia menjadi Kepala Departemen Teknik (Kadeptek) pada tanggal 5 September.[5]
Marhuale memegang jabatan sebagai Kadeptek kurang dari setahun, karena pada tanggal 12 April 2013 Marhuale menyerahkan jabatannya.[6] Marhuale dijadikan Inspektur Daerah Logistik pada Inspektorat Operasi dan Latihan Inspektorat Jenderal Angkatan Laut (Irda Log It Opslat Itjenal) setelahnya dan setahun kemudian ia dijadikan sebagai Kepala Dinas Fasilitas Pangkalan Angkatan Laut (Kadisfaslanal) berdasarkan Surat Keputusan TNI Angkatan Laut tanggal 5 Desember 2014.[7] Pangkat Marhuale dinaikkan menjadi Laksamana Pertama pada tanggal 2 Februari 2015 dan ia melaporkannya pada Panglima Tentara Nasional Indonesia sehari kemudian.[8] Selama menjadi Kadisfaslanal, Marhuale melakukan peninjauan ke Pangkalan TNI Angkatan Laut di Mamuju,[9] Pontianak,[10] Ambon,[11] Sorong,[12] Markas Komando Armada Maritim Timur,[13] dan Markas Brigade Infanteri 3/Marinir.[14]
Marhuale memegang jabatan sebagai Kadisfaslanal selama 3 tahun hingga dijadikan Perwira Tinggi TNI-AL tanpa jabatan dalam rangka masa persiapan pensiun berdasarkan keputusan Panglima TNI tanggal 31 Juli 2018.[15] Jabatan Kadisfaslanal diserahkannya kepada Puguh Santoso pada tanggal 8 Agustus[16] dan ia pensiun dari dinas militer tanggal 11 Oktober.[17]
Marhuale telah mengumumkan niatnya untuk menjadi bakal calon Bupati Samosir beberapa bulan setelah ia pensiun dari militer. Selama akhir tahun 2019, Marhuale mendaftar sebagai bakal calon bupati dari partai Nasdem,[18] Golkar,[19]PKB,[20] Gerindra,[21] dan Demokrat.[22] Namun, semua partai tersebut mengalihkan dukungannya ke bakal calon Vandiko Gultom,[23] sehingga Marhuale memutuskan untuk mendaftar melalui jalur independen. Marhuale juga memperoleh dukungan dari beberapa mahasiswa asal Samosir di Medan.[24] Marhuale memilih Juang Sinaga, kawan sekelasnya di SMA Pangururan, sebagai bakal calon wakil bupati.[25]
Marhuale dan Juang mendaftar sebagai calon bupati pada tanggal 23 Februari 2020.[26] Namun, Marhuale hanya dapat menyerahkan dukungan dalam bentuk KTP sebanyak 7.764 kartu, kurang 1.540 kartu dari syarat yang ditentukan sebanyak 9.304 kartu. KPU meminta Marhuale untuk menyerahkan sebanyak 3.080 kartu lagi, yakni dua kali lipat kekurangan kartu, agar bisa diverifikasi sebagai calon independen.[27] Marhuale berhasil menyerahkan kekurangan KTP tersebut pada tanggal 27 Juli.[28] Ia ditetapkan sebagai calon bupati Samosir dari jalur perseorangan pada tanggal 23 September.[29] Marhuale memperoleh nomor urut satu dalam pemilihan bupati tersebut.[30]
Jargon yang diusung oleh Marhuale Simbolon dan Juang Sinaga adalah Marguna (Berguna),[30] sedangkan slogan pasangan calon tersebut adalah "Membangun dan Mencerdaskan".[31] Kampanye yang dilakukan oleh Marhuale berupa pemberian bantuan peralatan tani,[32] pembangunan bak raksasa,[33] dan kegiatan lomba menyanyi trio.[34]
Pada pemungutan suara yang diadakan tanggal 9 Desember 2020, Marhuale memperoleh suara sebesar 6.708 suara, atau 8.5% dari total suara.[35] Marhuale dan Juang dinyatakan kalah dari Vandiko Gultom pada pemilihan bupati tersebut.[36]
Staf Khusus Bupati Samosir
Beberapa bulan setelah Vandiko Gultom menjabat sebagai bupati, pada tanggal 16 Juni 2021, Marhuale bersama dengan empat tokoh lainnya ditunjuk oleh Vandiko untuk mengemban amanat sebagai Staf Khusus Bupati Samosir. Marhuale memiliki lingkup bidang urusan pemerintahan, hukum, politik dan reformasi birokrasi.[37]
Kehidupan pribadi
Marhuale Simbolon menikah dengan Rospita Silalahi. Mereka dikarunia dua orang anak, yakni Paulus Ray Simbolon dan Maria Berlina Simbolon.[1]
Kalau di tarik dari silsilah tarombo, marhuale keturunan dari op. Mora Dolok dari Sitonggi-tonnggi. Ini memiliki cucu bernama Bermanhot Simbolon, S.PD, CHt, SEFter . Dan I karate-Do.
Tanda Jasa
Beberapa tanda jasa yang pernah diterima oleh Marhuale Simbolon, di antaranya adalah:
↑Sari, Lukman Diah (11 Desember 2014). "Lagi, TNI Mutasi 42 Perwira". medcom.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-04-17. Diakses tanggal 17 April 2021.