Di Margasari masih banyak hutan belantara yang masih asri, diantaranya terdapat di Desa Jatilaba, Karangdawa, Wanasari, Kaligayam, Prupuk, dan Margasari (Sekarang hutan Margasari sudah pada gundul, berganti dengan persil warga)
Dengan adanya hutan yang masih tersimpan di sini, masyarakat Margasari tidak menutup kemungkinan sering berbaur dengan orang asing yang sengaja datang untuk meneliti kandungan hutan yang ada di Margasari.
Di Margasari terdapat tujuh air terjun bertingkat yang dinamai curug pitu yang sangat indah pemandangannya, karena selain masih alami suasananya, juga sepanjang perjalanan anda akan ditemani oleh kera-kera kecil yang menggemaskan. Ada juga tujuh mata air, tepatnya ada di Desa Jembayat dan Desa Danaraja.
Warga masyarakat Margasari termasuk masyarakat yang kental dengan agama islamnya, ini terlihat dengan adanya beberapa pondok pesantren di wilayah Margasari, diantaranya ponpes Darul Mujahadah di Desa Prupuk dan ponpes Asy-Syafi'iyyah di Karangasem, Desa Karangdawa.
Sebagian besar masyarakat bermata pencaharian sebagai petani, pedagang dan perantau. Selain itu juga terdapat industri bahan baku kapur dan bubuk yang dapat ditemui di Desa Karangdawa dan Desa Jatilaba.
Pendidikan
Beberapa sekolah dan lembaga pendidikan yang ada di Kecamatan Margasari
Curug Pitu yang terletak di Desa Wanasari (berupa air terjun bertingkat yang berjumlah tujuh tingkat) dan masih kental dengan suasana alamnya
Stasiun Prupuk yang terletak di Desa Prupuk. Stasiun yang dibangun pada masa pemerintahan kolonialBelanda ini mengingatkan kita pada masa belanda
Kawasan perbelanjaan dan kawasan rumah makan di sepanjang jalan Margasari - Bumiayu yang menyediakan barang-barang kebutuhan, dan aneka makanan khas daerah Jawa Tengah
Tambang Gunung Gamping. Terletak di daerah Desa Karangdawa dan Desa Jatilaba. Gunung tersebut merupakan salah satu gunung di Indonesia yang mengandung kapur/ gamping dengan jumlah yang banyak dan besar.[butuh rujukan]
Sinderan. Terdapat Kantor Perhutani, yang dahulunya merupakan bekas bangunan peninggalan Kolonial Belanda. Peninggalan tersebut berupa Roda Kereta Lori, Rumah Tua, dan sumur sinderan yang terletak di samping SMPN 1 Margasari
Kolam renang/ water bom Tirto Arto Moro. terletak di jalan raya Margasari - Jatibarang
Kuliner
Wisata Kuliner
Pasar Margasari, di pasar tersebut banyak tersedia jajanan khas daerah Margasari
Perempatan cilik Margasari. Merupakan kawasan yang paling ramai di Margasari
Warung Kupat Lengko yang banyak dijumpai di Pasar Margasari
Gorengan Prapatan. Terletak di sebelah lampu merah prapatan Margasari, gorengan favorit warga kecamatan Margasari
Makanan Khas
Kupat Sambal Tahu Lengko
Kripik Anthor Khas Dukuh Duren Jembayat
Gorengan Mirong - Makanan yang terbuat dari adonan tepung terigu dan tepung beras yang diberi bumbu dan digoreng kering
Rempeyek - kurang lebih terbuat dari bahan yang sama dengan miring, akan tetapi bahan campurannya lebih lengkap
Rengginang (ketan putih yang dibikin nasi terus dibentuk, dikeringkan kemudian degoreng)
Tape ketan
Kerupuk gendhar (kerupuk yang terbuat dari nasi yang dikeringkan kemudian digoreng)