Margarete Bieber (31 Juli 1879 – 25 Februari 1978) merupakan sejarawan seni, arkeolog klasik, dan profesor berkebangsaan Jerman-Amerika keturunan Yahudi.[1] Pada 1919, ia menjadi perempuan kedua yang menjabat sebagai profesor universitas di Jerman setelah bergabung di Universitas Giessen. Ia meneliti teater Yunani dan Romawi kuno serta seni patung dan busana di era tersebut.[2]
Setelah rezim Nazi berkuasa, Bieber meninggalkan Jerman dan menetap di Amerika Serikat. Ia mengajar di Barnard College, Universitas Columbia, dan Universitas Princeton. Selama kariernya, ia menulis ratusan karya ilmiah yang berfokus pada empat bidang utama: teater Yunani-Romawi, seni patung Helenistik, busana kuno, dan salinan seni Yunani oleh Romawi. Ia menegaskan bahwa salinan Romawi dari karya Yunani merupakan bentuk seni yang merefleksikan peradaban Romawi.
Biografi
Kehidupan awal dan pendidikan
Margarete Bieber lahir di Schönau, Landkreis Schwetz (kini Przechowo, Polandia)[3] dari pasangan Valli Bukofzer dan Jacob Heinrich Bieber, seorang pemilik pabrik. Ia menempuh pendidikan di sekolah perempuan di Schwetz, kemudian melanjutkan ke sekolah kepribadian di Dresden.[4]
Pada 1899, ia pindah ke Berlin dan belajar di Gymnasialkurse, sekolah swasta yang didirikan Helene Lange. Tahun 1901, ia lulus Maturitätsprüfung di Thorn lalu mendaftar di Universitas Berlin. Karena perempuan belum diizinkan mendaftar, ia hanya mengikuti kuliah secara informal, termasuk dari Hermann Alexander Diels, Reinhard Kekulé von Stradonitz, dan Ulrich von Wilamowitz-Moellendorff. Ia lulus pada semester musim dingin 1901/02. Tahun 1904, ia melanjutkan studi ke Bonn dan belajar di bawah bimbingan Paul Clemen, Georg Loeschcke, dan Franz Bücheler. Gelar doktor diraihnya dari Universitas Bonn pada 1907 dengan disertasi tentang representasi busana Yunani kuno dalam seni.[5][6]
Riset dan profesi akademik
Bieber kemudian melakukan riset di kawasan Mediterania dan menjadi perempuan pertama penerima beasiswa perjalanan dari German Archaeological Institute (DAI) pada 1909. Ia meneliti di Athena dan Roma hingga 1914 dan menjadi anggota DAI pada 1913. Saat Perang Dunia I pecah, ia kembali ke Jerman dan bergabung dengan Palang Merah. Mulai 1915, ia menggantikan Georg Loeschcke yang sakit untuk mengelola seminar dan Institut Arkeologi di Universitas Berlin. Namun, setelah Loeschcke wafat, ia tidak diperkenankan mengajar karena perempuan dilarang mengikuti habilitasi saat itu. Bieber kemudian mengadakan kursus privat di rumahnya dan diikuti oleh Dora dan Erwin Panofsky.[7]
Setelah beberapa kali gagal, habilitasi-nya akhirnya disetujui pada 1919 dan ia diangkat sebagai profesor arkeologi klasik di Universitas Giessen, menjadikannya perempuan kedua yang menjadi profesor di Jerman. Tahun 1928, ia memimpin Institut Arkeologi Giessen dan pada 1931 menjadi profesor penuh. Dengan posisi yang dianggap aman, ia mengadopsi seorang anak perempuan berusia enam tahun bernama Ingeborg pada 1932.[8] Namun, setelah Nazi berkuasa, Bieber diberhentikan dari jabatannya pada Juli 1933 karena berdarah Yahudi. Ia bersama Ingeborg dan pengasuhnya, Katharina Freytag, pindah ke Inggris dan menjadi fellow kehormatan di Somerville College, Oxford.
Daftar Referensi
↑Hans Morgenstern, "Jüdisches biographisches Lexikon. Eine Sammlung von bedeutenden Persönlichkeiten jüdischer Herkunft ab 1800", Lit Verlag[de], Wien; p. 91, 92
↑Medwid, M. (2000) The makers of classical archaeology, p. 37
↑Bonfante, Larissa; Recke, Matthias. "Margarete Bieber: Two Worlds"(PDF). Brown University. Diarsipkan(PDF) dari versi aslinya tanggal 2016-10-19. Diakses tanggal 2012-08-30.
↑"Bieber, Margarete". Dictionary of Art Historians. Diarsipkan dari asli tanggal June 4, 2016. Diakses tanggal August 17, 2012.