Kelompok Usaha Manajemen Qolbu (juga dikenal sebagai MQ Corporation, Manajemen Qolbu Corporation, PT Manajemen Qolbu dan MQ Group) adalah perusahaan induk yang menaungi berbagai anak perusahaan dan unit usaha di bawah ekosistem Pondok Pesantren Daarut Tauhiid (DT). Kelompok ini didirikan pada tahun 2002 sebagai bentuk pengelolaan ekonomi profesional berbasis nilai-nilai Islam, sejalan dengan konsep Manajemen Qolbu (MQ) yang digagas oleh Abdullah Gymnastiar.[1][2]
MQ Corporation berperan sebagai payung untuk mengelola aktivitas usaha yang sebelumnya dilakukan secara langsung oleh yayasan pesantren atau perorangan, sehingga lebih tertata dan profesional. Kelompok usaha ini fokus pada bidang jasa, media, manufaktur, dan layanan syariah, dengan tujuan menciptakan kemandirian ekonomi umat sambil mendukung dakwah dan pendidikan di DT.
Sejarah
Kelompok Usaha Manajemen Qolbu lahir dari perkembangan Pesantren DT sejak 1990-an. Awalnya, kegiatan ekonomi pesantren dikelola melalui Kelompok Mahasiswa Islam Wirausaha (KMIW) yang kemudian menjadi Yayasan DT pada 1990. Pada 1994, didirikan Kopontren DT sebagai koperasi pesantren. Kemudian, pada 2002, dibentuk MQ Corporation atau PT Manajemen Qolbu untuk mengonsolidasikan usaha-usaha yang lebih besar dan berorientasi profit, seperti media, travel, dan sertifikasi.[3]
Konsep ini terinspirasi dari Manajemen Qolbu (MQ), yaitu pendekatan pengelolaan diri dan organisasi berbasis pembersihan hati (qolbu) yang dikembangkan Aa Gym sejak 1990 untuk kalangan internal DT, kemudian diperluas ke lembaga eksternal seperti Bank Muamalat, PT Telkom, dan lainnya.[4]
Unit Usaha dan Anak Perusahaan
MQ Corporation menaungi beberapa perusahaan dan divisi utama, termasuk:[5][6][7]
PT Manajemen Qolbu Tauhiid (MQ Travel): Layanan travel umrah, haji, dan wisata religi. Terdaftar resmi di Kementerian Agama RI (No. 296/HIMPUH/2013 untuk umrah/haji).[8][9]
PT Manajemen Qolbu Sertifikasi (MQ Cert): Layanan konsultasi manajemen, keuangan, standardisasi, dan sertifikasi (ISO, dll.). Berbasis di Gedung Daarut Tijaroh, Bandung.[10]
PT Manajemen Qolbu Digital (MQ Dakwah Digital): Publikasi platform media dakwah berbasis teknologi yang dikelola oleh ekosistem Daarut Tauhiid, melalui sosial media
CV. Smart Tauhiid: (Memiliki anak perusahaan PT Mutiara Qolbu Salim MQS Publishing, atau emqies) Unit usaha penerbitan dibawah yang berfokus pada buku, kaset, dan VCD keislaman, termasuk karya Abdullah Gymnastiar, Al-Qur'an, dan literatur muslimah. Dahulu bernama "Manajemen Qolbu Media" yang mempublikasikan Tabloid MQ dan KomiQolbu
Produk
PT Manajemen Qolbu Fashion: Unit bisnis di bidang busana Islami, seperti baju gamis, kemeja, celana formal, hijab
PT Manajemen Qolbu Consumer Goods & Retail: Bergerak di bidang industri dan perdagangan, khususnya dalam distribusi barang konsumsi.[11]
Jasa
PT Sakarya Buana Manajemen Qolbu: Mengelola dan menyelenggarakan acara pelatihan, seminar, dan acara yang terkait dengan program yang dilaksanakan Pondok Pesantren Daarut Tauhiid.
PT Manajemen Qolbu Berkah: Jasa kesejahteraan di sektor komunitas, kesehatan, dan kebugaran.
Semua unit ini mengadopsi prinsip syariah dan nilai Manajemen Qolbu, seperti kejujuran, kemandirian, dan pemberdayaan umat.[12]
Kontroversi berkaitan
Kasus poligami Aa Gym (2006)
Pada Desember 2006, Aa Gym mengadakan jumpa pers yang mengumumkan bahwa dia berpoligami dengan Alfarini Eridani.[13][14] Kabar ini bocor ke publik melalui media massa pada awal 2007, dan memicu reaksi besar dari penggemar serta masyarakat, terutama istri pertamanya.[15]
Yang memiliki dampak kepada MQ yaitu:
Penurunan drastis jumlah pengunjung pesantren dan peserta kajian Aa Gym.[16]
Boikot terhadap produk dan layanan yang terkait dengan brand Aa Gym, termasuk beberapa unit bisnis di bawah MQ (seperti MQTV, MQ Jernih air kemasan, dan seminar motivasi).
Beberapa karyawan dan mitra bisnis mengalami kesulitan finansial karena omzet turun tajam.
Pada 2008, muncul rumor bahwa MQTV mengalami kesulitan keuangan, PHK sekitar 90 karyawan, dan sempat dianggap hampir pailit, meskipun tidak ada pernyataan resmi pailit dari perusahaan.[note 1][17][18]
Walaupun begitu para humas MQ berkata bahwa kejadian tersebut tidak memengaruhi permintaan menjadi pembicara maupun bisnis.[19]
Penurunan omzet dan restrukturisasi bisnis (2007–2008)
Pasca-kontroversi poligami, beberapa unit usaha MQ mengalami penurunan pendapatan yang signifikan.[20] Sebanyak 300 karyawan yang berstatus kerja lepas dan tetap terkena perampingan, total sekitar 40 persen dari karyawan dirumahkan.[21][22] Namun MQ Travel yaitu Paket Umrah bersama Aa Gym adalah yang aminonya paling tinggi yang diminati 387 orang. Menurut Wakil Komisaris Bisnis MQ Group Darmawan Sunarja ini dikarenakan materi tausyiah Aa Gym yang tetap diminati.[23] Namun MQ Jernih (air minum dalam kemasan) dan MQTV disebut-sebut mengalami kesulitan operasional, karena omzetnya menurun 70 persen akibat dari dibatalkannya langganan oleh ibu-ibu Gerakan PKK, Bhayangkari, dan lainnya[24] serta kesulitan lain termasuk pengurangan karyawan dan penyesuaian strategi. Namun, MQ berhasil bertahan dan melakukan restrukturisasi, dengan fokus kembali pada unit yang lebih stabil seperti MQ Travel dan MQ Certificate. Meskipun begitu, tidak ada laporan resmi pailit atau pembubaran kepada perusahaan MQ yang lain.