Muhammad Yusram Farid Alkatiri yang dikenal dengan nama Mamat Alkatiri (lahir 24 Juni 1992) adalah seorang pelawak tunggal dan aktor berkebangsaan Indonesia.[2][3]
Mamat merupakan pelawak tunggal dari Indonesia Timur yang berbasis di komunitas Stand Up Indo Yogyakarta. Ia juga merupakan pelawak tunggal asal Papua pertama yang dikenal secara nasional.[4] Mamat mulai dikenal secara nasional setelah mengikuti kompetisi Stand Up Comedy Indonesia Kompas TV pada musim ketujuh yang diadakan di tahun 2017. Ia berhasil keluar sebagai runner-up kompetisi.[5]
Mamat mengenal dunia melawak tunggal dan ikut bergabung ke dalam komunitas Stand Up Indo Yogyakarta sekitar tahun 2014. Mamat sering mengisi acara melawak tunggal di kawasan Yogyakarta. Salah satunya adalah membuat penampilan bersama tiga rekan sekomunitasnya di Stand Up Indo Yogyakarta yang juga berasal dari Indonesia Timur, yaitu Ali Akbar, Aan Papeda, dan Fathi Djunaedi, dengan nama grup "Eastimewa".[8] Acara tersebut dibuat untuk menggalang dana bantuan pendidikan di Indonesia Timur.
Mamat pernah ditunjuk untuk menjadi pelawak tunggal pembuka dari Pandji Pragiwaksono untuk turnya yang bertajuk "Juru Bicara" di Yogyakarta.[9]
Mamat melanjutkan langkahnya di dunia melawak tunggal dengan mengikuti kompetisi Stand Up Comedy Indonesia yang diadakan oleh stasiun televisi Kompas TV. Mamat diketahui pernah mengikuti audisi dari ajang tersebut pada musim kelima dan musim keenamnya di tahun 2016 di Yogyakarta. Mamat berhasil mendapatkan golden ticket di audisi musim keenam, tetapi ia tidak berhasil lolos. Tahun berikutnya, Mamat kembali mengikuti audisi, yaitu untuk musim ketujuh yang diadakan di Surabaya. Ia kembali mendapatkan golden ticket, hingga lolos sebagai salah satu finalis.[10][11]
Pada 2021, ia turut mendukung film orisinal KlikFilm yang berjudul Marriage.[12]
Mamat kadangkala sering dianggap sebagai owner dari Mamat Gunshop yakni usaha kepemilikan senjata api di Indonesia meskipun sebenarnya hal tersebut adalah usaha fiktif.[13] Banyak orang awam yang memercayai isu bahwa Mamat memiliki toko senjata di Indonesia dan hal tersebut dibuktikan dengan beberapa alamat toko yang tersedia di Google Map tetapi Mamat membantah memiliki usaha senjata tersebut dengan menampik bahwa toko-toko tersebut ditambahkan oleh orang iseng.[14]